Tribun Tulangbawang Barat

Bocah 14 Tahun Dicabuli Warga Tumijajar

Polsek Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) berhasil mengungkap pelaku pencabulan sesama jenis terhadap anak di bawah umur.

Bocah 14 Tahun Dicabuli Warga Tumijajar
TRIBUN LAMPUNG/ENDRA ZULKARNAIN
KASUS PENCABULAN - Tersangka pencabulan, Hadi Prayogo (tengah), kini menjalani pemeriksaaan karena perbuatan cabulnya terhadap bocah 14 tahun asal Tiyuh Margo Mulyo, Tulangbawang Barat. 

Bocah 14 Tahun Dicabuli Warga Tumijajar

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PANARAGAN - Polsek Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) berhasil mengungkap pelaku pencabulan sesama jenis terhadap anak di bawah umur.
Pelakunya adalah Hadi Prayogo (34), warga Tiyuh Margo Mulyo, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tubaba.

Kapolsek Tumijajar AKP Dulhapid, mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi mengatakan, pelaku ditangkap pada Rabu (22/5), sekitar pukul 13.00 WIB, saat sedang berada dirumahnya.

"Penangkapan pelaku berdasarkan laporan dari HE (37), ibu rumah tangga warga Tiyuh Margo Mulyo, yang merupakan ibu kandung dari korban RA (14), berstatus pelajar," terang Dulhapid, Kamis (30/5).Korban melapor pada 22 Mei 2019 lalu.

Kronologi Terbongkarnya Aksi Pencabulan JM terhadap Belasan Murid SD

Terungkapnya aksi bejat pelaku terhadap korban bermula saat ibu korban terbangun ingin sahur sekitar pukul 03.00 WIB. Ibu korban terbangun karena bunyi alarm HP (handphone) yang sengaja dipasang.

Saat ibu korban bangun dan mengambil HP miliknya, di HP tersebut terdapat percakapan messenger antara korban dengan pelaku yang tidak senonoh. Sebelumnya HP tersebut digunakan oleh korban.

Lalu ibu korban bersama suaminya membangunkan korban dan menanyakan perihal percakapan tersebut. Korban pun mengakui bahwa dirinya telah menjadi korban pencabulan.
"Usai mengetahui kejadian tersebut, pagi harinya ibu korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Tumijajar," papar Dulhapid.

Siswi SMA Dicabuli Pria Baru Dikenal, Orangtua Curiga Anak Diantar Jemput

Berdasarkan keterangan korban, aksi bejat tersangka Hadi berlangsung sejak Desember 2018 dan sudah terjadi sebanyak 14 kali.

Rinciannya 10 kali terjadi di belakang rumah korban yang tidak jauh dari kandang sapi, 3 kali di dalam kamar mandi rumah korban dan 1 kali di dalam rumah korban.

"Setiap aksi bejatnya pelaku hanya berdua saja dengan korban dan tidak ada orang lain yang mengetahuinya," ungkap Dulhapid.

Aksi bejat yang dilakukan pelaku terhadap korban, terakhir kali terjadi pada Sabtu 27 April lalu sekitar pukul 18.00 WIB.

"TKP-nya di belakang rumah korban yang tidak jauh dari kandang sapi,"terang Dulhapid.
Dalam perkara ini, polisi menyita barang bukti berupa satu helai baju kemeja, satu helai celana dasar panjang, satu helai baju kaos dan satu helai celana pendek.

Hadi saat ini sudah ditahan di Mapolsek Tumijajar dan akan dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancamannya pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," tandas Dulhapid. (end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved