Ungkap Manfaat Dahsyat Puasa, Peneliti Asal Jepang Diganjar Nobel Bidang Fisiologi Atau Kedokteran

Puasa merupakan salah satu ibadah yang diwajibkan bagi umat Islam. Dengan menahan rasa haus, lapar dan hawa nafsu sejak waktu subuh hingga magrib.

Ungkap Manfaat Dahsyat Puasa, Peneliti Asal Jepang Diganjar Nobel Bidang Fisiologi Atau Kedokteran
Wall Street Journal
Profesor Yoshinori Ohsumi membuktikan secara ilmiah bahwa puasa dapat membawa dampak baik bagi kesehatan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Puasa merupakan salah satu ibadah yang diwajibkan bagi umat Islam.

Dengan menahan rasa haus, lapar dan hawa nafsu sejak waktu Subuh hingga Magrib.

Ibadah berpuasa ternyata dipercaya tak hanya membawa kebaikan terhadap aspek rohani tetapi jasmani.

Peneliti asal Jepang, Profesor Yoshinori Ohsumi, membuktikan secara ilmiah bahwa puasa dapat membawa dampak baik bagi kesehatan.

Peraih Nobel ini menemukan bahwa puasa berkaitan erat dengan autophagy.

Autophagy merupakan istilah Yunani yang berarti ‘memakan diri sendiri’.

Secara ilmiah, autophagy dikenal sebagai kemampuan sel dalam tubuh untuk memakan atau menghancurkan komponen tertentu di dalam sel itu sendiri.

Melalui penelitiannya, Ohsumi menemukan bahwa autophagy memegang peran besar dalam tubuh.

Mekanisme ini berperan besar dalam mengontrol fungsi-fungsi fisiologis penting di mana komponen sel perlu didegradasi dan didaur ulang.

Dengan autophagy, sel dapat mengisolasi bagian dari sel yang rusak, mati, tidak bisa diperbaiki, terserang penyakit, maupun terinfeksi.

Manfaat Puasa Senin-Kamis, Khusus Bagi Wanita yang Jarang Diketahui

Halaman
123
Penulis: Romi Rinando
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved