Tribun Bandar Lampung
300 Marbot di Bandar Lampung Terima Dana Operasional
Pemkot Bandar Lampung memberikan dana operasional kepada 300 marbot atau penjaga masjid dan musala se-Kota Tapis Berseri.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Yoso Muliawan
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemkot Bandar Lampung memberikan dana operasional kepada 300 marbot atau penjaga masjid dan musala se-Kota Tapis Berseri, Jumat (31/5/2019). Wali Kota Herman HN menyerahkan secara simbolis dana operasional marbot itu di Aula Semergo Pemkot Bandar Lampung.
"Ada 300 marbot yang tersebar di 20 kecamatan yang menerima dana operasional. Per orang menerima sebesar Rp 1,5 juta. Jadi totalnya Rp 450 juta, bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah)," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Bandar Lampung Suhardi Syamsi.
Ia menjelaskan tujuan dana operasional ini untuk memberikan motivasi dan dukungan kepada para marbot.
"Bahwa sebenarnya keberadaan rumah ibadah perlu ada yang mengurus, yaitu petugas yang mengurus termasuk kebersihan sehingga menjadi nyaman dan aman," ujar Suhardi. "Jangan sampai orang datang ke masjid malah ada kekhawatiran dan kewaswasan," sambungnya.
Selain itu, Suhardi menyatakan pemberian dana operasional ini bentuk kepedulian wali kota kepada para marbot yang merupakan bagian dari masyarakat.
"Karena nggak banyak yang mau atau ikhlas mengurusi masjid. Oleh karena itu, pemkot memberi apresiasi dalam bentuk itu. Sekadar meringankan setahun sekali," jelasnya.
Pemkot pun berharap para marbot memanfaatkan dana operasional tersebut sebaik mungkin.
"Pemkot juga berharap para marbot melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik agar warga mendapatkan kenyamanan dalam beribadah di masjid dan musala," pungkasnya.
Seorang marbot penerima bantuan, Nazamudin, mengaku sudah dua kali menerima dana operasional. Ia pun menyatakan senang karena adanya perhatian dari pemerintah kepada pengurus masjid dan musala.
"Rencananya uang bantuan operasional ini mau saya gunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Ya buat Lebaran sama nyenengin anak," kata warga Kecamatan Labuhan Ratu itu. (Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/antre-pencairan-dana-operasional.jpg)