Lebaran 2019
Hadapi Lebaran 2019, BPBD Bandar Lampung Siagakan 130 Personel
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung menyiapkan 130 an personel di libur lebaran
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: wakos reza gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung menyiapkan 130 an personel yang siaga 24 jam dalam menghadapi liburan lebaran.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris BPBD Kota Bandar Lampung, M Rizki saat diwawancara, Minggu (2/6/2019).
"Ya persiapan lebaran sama saja dengan hari-hari biasa yaitu menyiapkan sebanyak 130 petugas terdiri dari 65 orang ditambah peleton piket satu dan tambah cadangan sebanyak 65 orang," paparnya.
"Tapi yang turun piket juga artinya siap on call. Apabila sewaktu-waktu terjadi bencana yang memerlukan banyak personel kami tarik lagi. Untuk Tim BPBD termasuk dari rescue, tim pemadam dan lainnya," sambungnya.
Ia menuturkan pihaknya baik pada even-even tertentu ataupun tidak memang melaksanakan tugas seperti biasa.
Jadi ada even ataupun tidak setiap hari ada peleton piket dan peleton cadangan.
"Artinya memang kita harus selalu siap 24 jam. Kapanpun situasinya karena BPBD sendiri tidak ada tanggal merah, hari libur dan hari besar. Jadi semua kita anggap sama semua," tuturnya.
Karena yang namanya bencana bisa datang kapan saja waktunya.
"Nah untuk itu kami menyikapinya setiap hari ada peleton piket dan cadangan yang selalu siap siaga," ucapnya.
Menurutnya, pihaknya tidak ikut pada pelayanan Poskotis karena kita sifatnya on call dan pos-pos di beberapa kecamatan sudah siap serta mobil-mobil juga sudah siap di beberapa kecamatan.
Total pos yang tersedia sebanyak 12 pos dengan rincian sembilan pos siaga, satu pos di kantor BPBD dan ditambah dua pos yang baru.
"Semuanya ini nanti akan membackup karena setiap hari memang berjalannya seperti itu dan selalu ada petugas di posko induk, pos siaga kecamatan-kecamatan," urainya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang melaksanakan mudik apabila meninggalkan rumah harap diperiksa kembali terutama dapur.
Apabila bepergian cukup lama selang regulator harap dicabut kalau memang kurang yakin.
"Cabut stop kontak yang tidak berguna karena bisa saja menyebabkan korsleting listrik. Jadi kalau memang alat listrik tidak dipergunakan dimatikan kalau tidak diperlukan saklar-saklar harap dicabut kalau ada penyambungan tambahan," pesannya.
Ia menambahkan kasus kebakaran di bulan Mei 2019 lalu agak jauh berkurang hanya ada sekitar lima dan itu juga hanya kecil-kecil seperti beberapa tabung gas, korsleting juga sudah bisa tertangani.
"Alhamdulillah karena masyarakat saat ini sudah banyak yang sadar. Artinya timbul kesadaran yang tinggi terhadap bahaya kebakaran ini," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)