Tribun Tanggamus

Akibat Perselisihan Karena Tuduhan Pencuri, Dua Kakak Beradik Asal Napal Keroyok dan Tusuk Anshori

Polsek Limau, Polres Tanggamus, mengamankan dua pemuda warga Pekon Napal, Kecamatan Kelumbayan, untuk kasus penganiayaan.

Akibat Perselisihan Karena Tuduhan Pencuri, Dua Kakak Beradik Asal Napal Keroyok dan Tusuk Anshori
TribunLampung/Tri Yulianto
Polsek Limau, Polres Tanggamus mengamankan dua pemuda warga Pekon Napal, Kecamatan Kelumbayan untuk kasus penganiayaan. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Polsek Limau, Polres Tanggamus, mengamankan dua pemuda warga Pekon Napal, Kecamatan Kelumbayan, untuk kasus penganiayaan.

Kasus ini dipicu perselisihan tudingan siapa pelaku yang mencuri di rumah Anshori (62), yang juga jadi korban pengeroyokan.

Pelaku pengeroyokan adalah kakak beradik Zikroni (23) dan Safiq (20).

Keduanya ditangkap berdasarkan laporan Irwan, anak dari korban.

Korban dan pelaku pengeroyokan sama-sama satu kampung hanya beda dusun.

"Berdasarkan laporan dan hasil pemeriksaan saksi-saksi, Kakak beradik tersebut ditetapkan tersangka," ujar Kasatreskrim AKP Edi Qorinas mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Senin 3 Juni 2019.

Ia menjelaskan, mulanya korban bersama saksi Matsani keliling pekon untuk cari tahu siapa yang mencuri di rumah korban, pada Selasa 29 Mei 2019, pukul 21.30 WIB lalu.

Ketika di perjalanan bertemu tersangka sedang berkumpul bersama teman-temannya.

Keluarga Rachman Pradana Saputra yang Jadi Korban Penusukan oleh Temannya Sendiri Ngaku Ikhlas

Kemudian korban bertanya, Namun pelaku tidak terima lalu menusuk korban dengan pisau di bagaian dada sebelah kiri dan pelipis mata sebelah kanan.

Akibatnya korban kritis dan dirawat ke RSUD Abdoel Moeloek, Bandar Lampung.

Halaman
12
Penulis: Tri Yulianto
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved