Penjabat Gubernur Lampung Boytenjuri Bicara soal Polemik Penyelundupan Jabatan

Mutasi jabatan yang dilakukan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menjadi polemik karena terjadi menjelang akhir masa jabatannya, 2 Juni 2019.

Penjabat Gubernur Lampung Boytenjuri Bicara soal Polemik Penyelundupan Jabatan
Tribunlampung.co.id/Beni Yulianto
Penjabat Gubernur Lampung Boytenjuri (berjaket hitam) tiba di Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan, Senin, 3 Juni 2019 sekitar pukul 15.30 WIB. 

“Intinya, saya menjalankan pemerintahan yang tidak boleh kosong, memastikan pelayanan publik berjalan. Pak Sekda sudah mengoordinasikan semua. Saya tinggal minta laporan Pak Sekda. Dari (dinas) perdagangan tadi, dekat Lebaran ini bahan pokok siap belum. Jangan sampai (harga) melonjak. Bahan pokok, berapa stok masih ada. Itu memastikan pelayan publik,” tandasnya.

Menurut Boy, Lampung sebagai daerah transit di Pulau Sumatera, kelancaran jalur mudik harus diperhatikan.

“Khususnya Lampung daerah transit. Arus mudik Lebaran harus dijaga. Pemda provinsi mendukung tugas yang dilaksanakan Pak Kapolda, Danrem, dinas perhubungan, bandara, terkait angkutan Lebaran agar berjalan lancar. Berdoa tidak ada hal krusial. Maka kita memberi dukungan penuh kepada TNI/Polri melaksanakan tugas,” ucapnya.

Sementara Plt Sekprov Lampung Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya memberikan pelayanan standar setingkat gubernur kepada Boytenjuri.

H-2 Lebaran, Arus Mudik Jalinsum Lamteng Ramai Lancar

“Persiapan penyambutan standar gubernur kita berikan. Hari ini silaturahmi, perkenalan dengan OPD. Karena tidak semua bisa ke Jakarta kemarin (saat pelantikan). Jadi semua berkenalan bersama Forkopimda, sekaligus buka puasa bersama,” kata Taufik.

Taufik menambahkan, Boy untuk melaksankan salat Idul Fitri di Lapangan Saburai, Bandar Lampung.

“Besok agenda hari raya, Pj Gubernur salat di Enggal. Lalu open house di Mahan Agung,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Pergagangan Provinsi Lampung Satria Alam mengaku sudah memaparkan kesiapan Lebaran di Lampung.

“Tadi Pak Pj Gubernur pertama kali menanyakan kesiapan kebutuhan pokok menjelang dan pasca Idul Fitri. Stok cukup. Hanya saja harga cabai yang ada kenaikan. Itu hanya sentimen pasar saja. Karena mau Lebaran, banyak membutuhlkan cabai. Kenaikan sekitar 40 persen, dari biasa Rp 30 ribu ke Rp 45 ribu. Ditawarkan Rp 65 ribu tetapi ditawar Rp 45 ribu dikasih juga,” beber Satria.

Demikian pula harga daging, kata dia, masih normal.

Halaman
1234
Penulis: Beni Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved