Mudik Lebaran 2019

Dua Pemudik Diancam Sajam di Jalinpatim, Pelaku Akhirnya Kabur Berkat Hal Ini

Aksi perampasan dialami dua pemudik Ibeng dan Maria yang hendak pulang Gandri, Penengahan pada Senin (3/6) malam.

Dua Pemudik Diancam Sajam di Jalinpatim, Pelaku Akhirnya Kabur Berkat Hal Ini
Kompas.com
Ilustrasi senjata tajam. Dua Pemudik Diancam Sajam di Jalinpatim, Pelaku Akhir Kabur Berkat Hal Ini 

Dari data angkutan penumpang ASDP Merak, pada H-5 hingga pukul 08.00 tadi pagi jumlah pemudik yang menyeberang ke pulau Sumatera mencapai 135.345 orang.

Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 126.407 orang.

Begitu juga dengan kendaraan mobil (campuran) mencapai 15.101 unit.

Jumlah ini menurun jika dibandingkan tahun lalu untuk periode yang sama mencapai 15. 894 unit

Untuk kendaraan sepeda motor mengalami lonjakan yang tinggi.

Dimana jumlah kendaraan sepeda motor yang menyeberang melalui pelabuhan Merak Banten mencapai 14.973 unit.

Sementara pada tahun 2018 lalu untuk periode yang sama hanya 9.160 unit.

Pemudik Ditodong

Seorang pemudik asal Desa Sumber Baru, Kecamatan Banjit, Way Kanan, mengaku menjadi korban penodongan.

Ia menceritakan itu kepada pertugas keamanan di Pos Pelayanan Bandar Jaya, Jumat (31/5/2019).

Menurut warga yang bernama Asma Yudi (26) itu, ia ditodong sejumlah orang di kawasan Tugu Mulyo, Kayu Agung, Sumatera Selatan, pada Rabu (29/5/2019) lalu.

Peristiwa itu terjadi saat ia menunggu bus di salah satu rumah makan, sekitar pukul 03.00 WIB.

"Saya dari Bangka Belitung, kerja sebagai kuli bangunan di sana. Sudah tiga bulan di sana, saya Lebaran ini mau pulang ke Banjit, tapi di rumah makan di Kayu Agung saya ditodong. Uang dan handphone saya diambil semua," kata Asma Yudi.

Lanjut Asma Yudi, ada sekitar tiga orang di tempat kejadian yang mendekatinya dengan awal meminjam handphone untuk menelpon.

Setelah itu para pelaku memepetnya dan merogoh dompetnya.

"Kemudian dompet saya uang hasil kerja saya Rp 800 ribu dan handphone diambil mereka. Saya gak bisa pulang lagi setelah itu, karena ongkos buat naik bus sampai ke Lampung sini habis," kisahnya.

Saat ditanya ia bisa sampai ke Lampung Tengah dari Kayu Agung, lelaki yang mengaku memiliki satu anak itu menjelaskan, ia terpaksa menumpang truk dari satu daerah ke daerah lainnya sehingga sampai di Lamteng.

"Makanya saya mau minta tolong, pak (minta uang). Saya mau pulang ke Waykanan. Uang sudah tidak pegang sama sekali, habis ditodong," keluhnya kepada para petugas kepolisian yang bertugas.

Sejumlah anggota kepolisian dan TNI yang bertugas dan berbincang dengan Asma Yudi merasa iba, dan kemudian mengumpulkan uang untuk membantu Asma Yudi.

Cara Bayar Zakat Fitrah, Dilengkapi Doa dan Niat Bayar Zakat Fitrah

Jelang Idul Fitri, Bidan Dirampok di dalam Rumah, Pelaku Tikam Dada Korban

Pria ini Belikan Pacarnya Sebidang Lautan Seharga Rp1,4 Miliar Sebagai Permintaan Maaf

Para aparat yang bertugas kemudian memberikan sejumlah uang dan perlengkapan seperti sendal kepada Asma Yudi.

Kemudian ia diantar untuk menumpang bus jurusan Way Kanan.

"Dia cerita kepada kita kalau dia jadi korban penodongan di Palembang. Kita bantu apa yang bis kita bantu, tadi dia tidak pakai sendal jadi kita berikan juga karena sendalnya sudah putus," kata salah seorang anggota TNI Kodim 0411/LT yang enggan disebut namanya. (tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved