Terduga Teroris Lampung Ditangkap

Meski Ditangkap di Pasar Tugu, Humas Mabes Polri Sebut Terduga Teroris Ali Bukan Warga Asli Lampung

Ali Amirul Alam alias Umar (30), tersangka teroris terkait kasus bom bunuh diri di depan Pos Polisi Kartasura, bukan merupakan warga asli Lampung.

Meski Ditangkap di Pasar Tugu, Humas Mabes Polri Sebut Terduga Teroris Ali Bukan Warga Asli Lampung
TribunLampung/Tama Yudha Wiguna
Polisi paparkan kiri tersangka Ali Amirul Alam alias Umar (30), Kanan tersangka inisial S (31). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tama Yudha Wiguna

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ali Amirul Alam alias Umar (30), tersangka teroris terkait kasus bom bunuh diri di depan Pos Polisi Kartasura, Jawa Tengah, beberapa waktu yang lalu, dipastikan bukan merupakan warga asli Lampung.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra dalam 'Press Release Penangkapan Teroris di Lampung' di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Nomer 3, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2019).

"Tersangka 'AA' kita tangkap di Lampung itu karena dalam rangka melarikan diri", kata Asep, Senin (10/6/2019).

Diketahui sebelum, Densus 88 anti teror Mabes Polri telah berhasil mengamankan Ali Amirul Alam alis Umar di sebuah rumah kontrakan di Jalan Belia Gang Wawai Jaya Nomer 40 RT 01 Lk 2 Kelurahan Jaga Baya 2, Way Halim, Bandar Lampung, sekitar pukul 13.00 WIB.

Asep membeberkan, jika penangkapan tersebut merupakan upaya Ali dalam melarikan diri setelah 'RA' selaku eksekutor dalam aksi bom bunuh diri berhasil diselamatkan.

"Baru saudara 'AA' (Ali Amirul Alam) melarikan diri ke Lampung," tandasnya.

Selain itu, Asep menegaskan jika para pelaku aksi bom bunuh diri depan Pos Polisi Kartasura, Jawa Tengah lalu berasal dari tempat yang sama yakni Sukoharjo, Jawa Tengah.

Ketiganya ialah 'RA' (selaku eksekutor kejadian), 'S', dan 'AA' merupakan simpatisan dari kelompok teroris ISIS yang berbaiat pada Abu Bark al-Baghdadi.

Terduga Teroris Lampung Ditangkap Densus 88 di Pasar Tugu, Ali Sedang Berlebaran di Rumah Ipar

"Mereka berbaiat tidak secara langsung, melalui media sosial jadi dengan metode atau sarana itu mereka menganggap sudah daripada mereka berbaiat", jelas Asep.

Halaman
12
Penulis: Tama Yudha Wiguna
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved