Tribun Lampung Timur

Hari Ini Isu OTT Pejabat di Pemkab Lampung Timur Merebak, Begini Penjelasan Juru Bicara KPK

Sempat beredar kabar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua pejabat Lampung Timur.

Hari Ini Isu OTT Pejabat di Pemkab Lampung Timur Merebak, Begini Penjelasan Juru Bicara KPK
Kompas.com
Juru bicara KPK, Febri Diansyah. 

Keempatnya sudah ditahan hari ini dan dititipkan di tiga rutan berbeda.

“AJS ditahan di Rutan KPK K4, BU ditahan di Rutan KPK K4, ZN ditahan di Rutan Guntur, dan RZ ditahan di Rutan KPK C1,” sebut Febri.

Febri menuturkan, keempatnya akan ditahan hingga 20 hari ke depan.

“Terhitung tanggal 29 April sampai 19 Mei 2019,” ucapnya.

KPK mendakwa keempatnya dengan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 Tahun 1999, sebagaimana telah  diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

Saat disinggung soal penahanan dua pengusaha rekanan di lingkungan Kabupaten Lampung Tengah, yakni Budi Winarto (pemilik PT Sorento Nusantara) dan Simon Susilo (pemilik PT Purna Arena Yudha Febri), Febri tidak mau berkomentar.

Kedua pengusaha tersebut sudah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka korupsi.

Mereka diduga memberikan gratifikasi kepada eks Bupati Lampung Tengah Mustafa untuk mendapat proyek di lingkungan Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2018.

Keduanya dianggap melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sejarah Baru KPK, Jebloskan Suami Istri dan Dua Putrinya ke Penjara Kasus Korupsi SPAM Lampung

Dalam perkara ini, Mustafa telah ditetapkan sebagai tersangka karena menerima hadiah sebesar 10 persen hingga 20 persen dari nilai  pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah 2018 dari para rekanan.

Diduga dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Februari 2018, Mustafa menerima sekitar Rp 95 miliar dari Budi Winarto dan Simon Susilo.

Atas kasus suap ini, Mustafa didakwa pasal 12 huruf a atau pasal 11 dan pasal 12B UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (tribunlampung.co.id/hanif mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved