Tribun Bandar Lampung

Jadi Perantara Sabu 0,7 gram, Pemuda 22 Tahun Asal Kampung Baru Ini Dituntut Sembilan Tahun Penjara

Jadi perantara narkoba jenis sabu seberat 0,7086 gram, seorang pemuda dituntut sembilan tahun penjara.

Jadi Perantara Sabu 0,7 gram, Pemuda 22 Tahun Asal Kampung Baru Ini Dituntut Sembilan Tahun Penjara
TribunLampung/Hanif Mustafa
Jadi perantara narkoba jenis sabu seberat 0,7086 gram, seorang pemuda dituntut sembilan tahun penjara. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jadi perantara narkoba jenis sabu seberat 0,7086 gram, seorang pemuda dituntut sembilan tahun penjara.

Pemuda ini bernama M Adjieb Abdulrahman (22), warga Jalan Bumi Manti, Kelurahan Kampung Baru Raya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabi'in menyatakan terdakwa M Adjieb Abdulrahman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan percobaan dan pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika dan Prekusor Narkotika.

"Sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat 1. Maka meminta kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa M Adjieb Abdulrahman dengan hukuman pidana penjara selama sembilan tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan," ungkap Sabi'in, Rabu 12 Juni 2019.

Atas tuntutan ini, M Adjieb Abdulrahman meminta keringanan kepada Majelis Hakim.

"Saya mohon untuk memberi putusan seringan-ringannya, saya mengakui kesalahan saya dan menyesal atas perbuatan saya," ungkap Adjieb dihadapan Majelis Hakim.

Menyamar Jadi Pembeli, Polres Lampung Utara Ringkus 2 Anggota Sindikat Narkoba Lintas Kabupaten

Terpisah Sabi'in mengatakan perbuatan terdakwa bermula pada bulan Desember 2018.

"Terdakwa mendapat telfon dari Syamsudin yang meminta satu paket kecil sabu seharga Rp 1 juta," ungkapnya.

Lanjutnya, terdakwa Adjieb kemudian menerima pesanan ini dengan menghubungi dan mendatangi Solihin untuk meminta satu paket kecil sabu seberat 0,7086 gram.

"Terdakwa akhirnya mendapat barang haram tersebut, tapi masih hutang, karena mau dijual lagi," paparnya.

Sabi'in menambahkan setelah mendapat barang haram tersebut, terdakwa Adjieb melakukan perjanjian untuk bertemu di pom bensin Jalan H Komarudin Rajabasa.

"Tapi sebelum bertemu, terdakwa didatangi oleh petugas Dit Resnarkoba Polda Lampung," tutupnya.

(Tribunlampung.co.id/hanif mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved