Kasus Makar

Habil Marati, Politisi Kontroversial yang Memasok Dana Pembelian Senjata untuk Kivlan Zen

Habil Marati diduga kuat memasok dana untuk pembelian senjata kepada mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen.

Habil Marati, Politisi Kontroversial yang Memasok Dana Pembelian Senjata untuk Kivlan Zen
tribunnews
Habil Marati, politisi kontroversial yang memasok dana pembelian senjata untuk Kivlan Zen. 

Habil Marati, Politisi Kontroversial yang Memasok Dana untuk Kivlan Zen 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Habil Marati diduga kuat memasok dana untuk pembelian senjata kepada mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu dikenal sebagai sosok yang kontroversial.

Habil Marati disebut menyediakan uang kepada Kivlan Zen untuk membeli senjata api.

Senjata api itu akan digunakan untuk mengeksekusi pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan seorang direktur lembaga survei.

Polisi telah menyita ponsel, buku tabungan, hingga rekening koran milik Habil Marati.

"Dari beliau, kita amankan satu unit handphone dan juga buku tabungan dan rekening koran yang sedang kita dalami," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

Ia menyebut pihaknya sedang memeriksa dan mendalami keterangan dari Habil Marati.

Selain itu, polisi juga mendalami kemungkinan pihak-pihak lain yang terlibat dalam pendanaan pengadaan senjata api ilegal tersebut.

Wiranto dan Luhut Jadi Target, Begini Pengakuan Para Eksekutor Pembunuhan Bayaran Kivlan Zen

Dekat dengan Prabowo, Eks Anggota Tim Mawar yang Disebut Dalang Kerusuhan di Jakarta Buka Suara

"(Orang-orang yang terlibat dalam pendanaan) itu sedang didalami. Sekali lagi, apa yang sudah disampaikan adalah indikasi penyedia dana. Untuk itu, saat ini masih dilakukan pemeriksaan," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi mengungkap adanya pemberian uang sebesar 15 ribu dolar Singapura dari HM kepada KZ untuk diberikan kepada tersangka lain.

HM juga diduga oleh pihak kepolisian memberikan dana langsung sebesar Rp 60 juta kepada tersangka HK untuk menjalankan rencana kerusuhan pada 21 dan 22 Mei 2019 di depan Kantor Bawaslu RI.

"HM ditangkap di kediamannya di Pondok Indah pada 29 Mei 2019 lalu, dari pemeriksaan HM diduga memberikan dana kepada KZ untuk keperluan pembelian senjata api, HM juga serahkan uang Rp 60 juta langsung kepada HK, Rp 10 juta untuk operasional dan Rp 50 juta untuk menjalankan rencana kerusuhan pada 22 Mei 2019 lalu," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved