Tribun Lampung Selatan

Imbalan Belum Didapat, 3 Pelaku Kurir Sabu Dibekuk Polisi Saat Akan Transaksi di Pinggir Jalan

Diduga menjadi kurir peredaran narkoba jenis sabu, tiga orang diamankan saat hendak melakukan transaksi di pinggir jalan.

Imbalan Belum Didapat, 3 Pelaku Kurir Sabu Dibekuk Polisi Saat Akan Transaksi di Pinggir Jalan
Tribunlampung.co.id/Syamsir
Tiga kurir sabu di Mapolres Lamteng. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,GUNUNGSUGIH - Diduga menjadi kurir peredaran narkoba jenis sabu, tiga orang diamankan saat hendak melakukan transaksi di pinggir jalan. Dari ketiganya didapati satu bungkus plastik kecil berisikan sabu.

Ketiganya yakni Suprayetno (32) warga Kampung Bumi Setia Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, TS (17) warga Bandar Surabaya dan SLW (17) warga Tulang Bawang. Mereka diamankan Selasa (11/6/2019) lalu oleh Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Lamteng.

Kepala Satres Narkoba Iptu Dailami, Kamis (13/6) menjelaskan, penangkapan tiga orang yang diduga kuat sebagai kurir barang haram tersebut berawal dari laporan masyarakat. Ia mengatakan, sering terjadi transaksi sabu di sekitaran Simpang Randu, Seputih Banyak.

"Sekitar pukul 14.30 WIB, para pelaku berada di pinggir jalan (Simpang Randu). Lalu kami lakukan pengintaian. Setelah itu kami lakukan penggerebekan kepada ketiganya," kata Iptu Dailami mendampingi Kapolres AKBP I Made Rasma.

Saat digeledah, ditemukan barang bukti sabu di dalam dompet yang disimpan di saku belakang celana Suprayetno. Setelah itu ketiganya dibawa ke Mapolres Lamteng guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Ketiganya dijerat dengan pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 114 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman 4 sampai 12 tahun penjara," tuntasnya.

Pelaku Suprayetno mengatakan, barang bukti sabu ia dapatkan dari seseorang yang baru dikenalnya. Menurutnya, ia dan dua rekannya hanya disuruh orang tersebut untuk menyampaikan lagi barang kepada orang lainnya yang sedang mereka tunggu.

"Saya cuma disuruh saja sama orang. Katanya nanti barang (sabu) ada yang ambil (pembeli), dan sudah janjian di pinggir jalan (Simpang Randu) buat transaksinya," terang Suprayetno.

Dari hasil penjualan barang itu lanjutnya, mereka akan mendapatkan imbalan sebesar Rp 150 ribu. Namun, sampai mereka ditangkap orang yang diduga akan melakukan transaksi tak kunjung datang.

(Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved