Video Tribun Lampung

VIDEO Divonis 2 Tahun 3 Bulan Penjara, Sibron Azis dan Kardinal Hanya Diam

Divonis pidana penjara selama 2 tahun 3 bulan penjara, Sibron Azis dan Kardinal hanya diam.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Divonis pidana penjara selama 2 tahun 3 bulan penjara, Sibron Azis dan Kardinal hanya diam.

Sibron Azis dan Kardinal yang terjerat perkara fee suap infrastruktur kabupaten Mesuji mendengarkan pembacaan putusan di ruang Bagir Manan Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang, Kamis 13 Juni 2019.

Majelis Hakim yang dipimpin oleh Novian Saputra menyatakan bahwa Sibron Aziz dan Kardinal secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

"Menjatuhi hukuman pidana kepada terdakwa masing-masing, terdakwa Sibron Aziz dengan penjara selama 2 tahun 3 bulan dan denda Rp 200 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 3 bulan," kata Novian.

"Kedua terdakwa Kardinal dengan penjara selama 2 tahun 3 bulan dan denda Rp 200 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 1 bulan," imbuh Novian.

Novian menyebutkan keputusan ini menimbang dalam persidangan yang mana majelis hakim sependapat dengan pendapat jaksa penuntut umum.

"Bahwa kebijakan yang dilakukan Khamami selaku bupati tidak lazim, ini menjadi alasan Khamami untuk menghitung berapa fee yang dterima, dan ini menjadi waktu birokasi panjang. Sehingga memberikan fee sebesar 12 persen dan perbuatan terdalwa pun bertentangan hukum," ungkapnya.

Novian pun menuturkan majelis hakim berpendapat bahwa kedua terdakwa telah memberikan hadiah sebesar Rp 1,580 miliar kepada penyelenggara negara yakni Khamami.

"Yang diberikan secara bertahap dalam waktu yang tidak lama, pertama Mei 2018 sebesar Rp 200 juta, Agustus 2018 sebesar Rp 100 juta, dan terakhir Rp 1,280 miliar," papar Novian.

Novian mengatakan bahwa Majelis Hakim berpendapat kedua tedalwa telah terbukti sesuai dengan yang didakwaan, yakni melakukan perbuatan yang telah dilarang.

Halaman
123
Penulis: Wahyu Iskandar
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved