Tribun Lampung Selatan

Gara-gara HP, Seorang Cucu Tega Gorok Leher Neneknya Lalu Kabur Bawa Duit Rp 8,2 Juta

Tak Terima Dituduh Mencuri, Seorang Cucu Gorok Leher Neneknya Lalu Kabur Bawa Duit Rp 8,2 Juta

Gara-gara HP, Seorang Cucu Tega Gorok Leher Neneknya Lalu Kabur Bawa Duit Rp 8,2 Juta
Tribunlampung.co.id/Dedi
Ekspose pembunuhan di Merbau Mataram di Mapolres Lampung Selatan 

Karena korban mendapati tersangka memiliki HP baru. Sementara tersangka yang sejak kecil tinggal dan dibesarkan oleh korban, tidak pernah diberi uang oleh korban untuk membeli HP.

Padahal menurut pengakuan tersangka, dirinya membeli HP dari uang yang diberikan oleh ibunya guna menambah uang hasil penjualan HP dirinya sebelumnya guna membeli HP baru.

“Menurut pelaku, korban sempat marah-marah. Dan sempat menampar pelaku. Pelaku yang kesal kemudian menarik korban dari belakang dan terjatuh. Korban tidak sadarkan diri karena terbentur meja,” ujar AKBP M. Syarhan.

Arinal dan Nunik Sertijab Gubernur-Wakil Gubernur Lampung Hari Ini

Saat korban tidak sadarkan diri tersebut, tersangka kemudian mengambil pisau yang biasa digunakan untuk memotong ayam. Karena korban sendiri merupakan pedagang ayam potong di pasar. Dengan pisau tersebut tersangka meyayat leher korban yang dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Tersangka kemudian melarikan diri dengan sepeda motor Honda Beat yang merupakan pembelian dari sang nenek serta membawa uang sekitar Rp. 8,2 juta. Tersangka berhasil diamankan polisi di wilayah Bandar Lampung.

“Tersangka berhasil kita amankan kurang dari 12 jam, setelah kita mendapatkan laporan. Tersangka yang masih dibawah umur ini kita amankan tanpa perlawanan,” kata AKBP M. Syarhan.

Ia menambahkan, dari pengakuan korban dirinya telah tinggal di dibesarkan sang nenek sejak kecil. Karena kedua orang tuanya berpisah.

Sidang Sengketa Pilpres 2019 di MK, Tim Prabowo-Sandi Singgung Posisi Maruf Amin di BUMN

Selama tinggal dengan korban rersangka sering mengaku kerap dimarahi oleh korban. Bahkan korban mengaku kerap dipukul oleh korban jika ia melakukan kesalahan.

Korban sendiri dalam kesehariannya berdagang ayam potong dan klontongan di pasar. Dan tersangka sendiri kerap membantu korban.Tersangka, ujar AKBP M. Syarhan akan dijerat dengan pasal 338 KUHP (pembunuhan) junto pasal 365 KUHP dengan ancaman kurang dari 15 tahun.

“Karena korban masih dibawah umur, untuk penanganan kasus ini kita lakukan sesuai dengan aturan penanganan kasus tindak kriminalitas yang melibatkan anak dibawah umur,” tandas AKBP M. Syarhan. (tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved