Sembunyikan Bendera Merah Putih, Soekarno Gemparkan Istana Negara di Era Presiden Soeharto

Gara-gara bendera pusaka merah putih, Soekarno ternyata pernah menggemparkan Istana Negara saat Soeharto menjabat jadi presiden.

Sembunyikan Bendera Merah Putih, Soekarno Gemparkan Istana Negara di Era Presiden Soeharto
Istimewa/Tribun Jambi
Soekarno dan Soeharto. 

Merasa Memiliki Bendera Pusaka Merah Putih, Soekarno Gemparkan Istana Negara di Era Presiden Soeharto
TRIBUNLAMPUNG.CO.IDSoekarno pernah menggemparkan Istana Negara di era Presiden Soeharto. 

Penyebabnya ternyata bendera pusaka merah putih.

Dilansir dari buku 'Berkibarlah Benderaku-Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka' karya Bondan Winarno, hal ini lantara Soekarno menyembunyikan bendera merah putih saat lengser sebagai Presiden RI pada Maret 1967 dan digantikan oleh Soeharto.

Wajar saja petugas Istana Negara saat itu gempar karena tak menemukan bendera pusaka tersebut.

Jawaban Mengejutkan Soeharto Saat Disodori 4 Nama Capres, Termasuk Prabowo Subianto

Eks Ajudan Soeharto Blak-blakan soal Simpanan Uang Triliunan Selama 32 Tahun Jabat Presiden

PM Israel Yitzak Rabin Nyaris Tewas di Tangan Pengawal Soeharto

Pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih pada 17 Agustus 1945 silam.
Pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih pada 17 Agustus 1945 silam. (WIKIPEDIA)

Istana Negara kemudian membentuk delegasi untuk menemui Soekarno di Istana Bogor.

"Kenyataan bahwa bendera pusaka itu dijahit oleh Ibu Fatmawati dan merupakan milik pribadi Bung Karno, membuat kepemilikan benda bersejarah ini sempat menjadi masalah kecil," tulis Bondan Winarno.

Soekarno awalnya ragu dan menolak memberi tahu keberadaan bendera merah putih itu.

Namun, Soekarno kemudian menyadari bahwa bendera pusaka merah putih yang dijahit oleh Fatmawati itu bukanlah milik pribadi, melainkan sudah menjadi milik bangsa Indonesia.

Soekarno lantas meminta delegasi untuk kembali menemuinya pada 16 Agustus 1967.

Namun saat kembali menemui Soekarno pada 16 Agustus 1967, delegasi itu justru diajak Soekarno kembali ke Jakarta dan mendatangi Monumen Nasional (Monas).

Halaman
1234
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved