Tak Terima Dituduh Mencuri Uang untuk Beli Ponsel, Remaja 14 Tahun Bunuh Nenek Kandungnya Sendiri

Sadis, seorang cucu di Dusun Trimulyo 3, Desa Panca Tunggal, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, tega menghabisi neneknya.

Tribunlampung.co.id/Dedi
Ekspose pembunuhan di Merbau Mataram di Mapolres Lampung Selatan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Sadis, seorang cucu di Dusun Trimulyo 3, Desa Panca Tunggal, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, tega menghabisi neneknya.

Kejadian tersebut sempat membuat heboh warga sekitar dan menjadi sorotan.

Pelaku yang masih dibawah umur itu berhasil diamankan polisi.

Dan saat ini, sang cucu telah diamankan di Mapolres Lampung Selatan.

Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan mengatakan, peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada 8 Juni lalu, sekitar pukul 04.00 wib.

Korban bernama Sukatmi (55) ,sedangkan pelaku NR (14) yang juga cucu korban.

Peristiwa pembunuhan tersebut diketahui pertama oleh anak korban Yudi dan istrinya yang berkunjung ke rumah orangtuanya, pada sabtu (8/6/2019) lalu.

Saat itu rumah korban dalam keadaan sepi dan terkunci gembok dari luar.

VIDEO Gara-gara HP, Seorang Cucu Tega Gorok Leher Neneknya Lalu Kabur Bawa Duit Rp 8,2 Juta

Ketika itu, anak korban memanggil.

Namun sayangnya tidak ada jawaban.

Kemudian anak korban mendobrak pintu samping dan masuk ke kamar yang mendapati korban tergeletak di lantai kamar dengan luka sayatan pada bagian leher.

“Anak korban lalu melaporkan kejadian ini ke polisi yang kemudian segera mendatangi lokasi,” terang AKBP M. Syarhan saat ekpose di Mapolres, Jumat (14/6/2019).

Mantan Kapolres Pesawaran itu mengatakan, dari keterangan saksi-saksi polisi kemudian bergerak cepat mengamankan tersangka pelaku NR (14), yang merupakan cucu korban di wilayah Bandar Lampung pada sore harinya.

Dari keterangan tersangka, ia melakukan aksi pembunuhan terhadap sang nenek karena kesal sering dimarahi oleh korban.

Bahkan sebelum kejadian, kata AKBP M Syarhan, menurut pengakuan tersangka, korban menuduh dirinya mencuri.

Karena ketika itu korban mendapati tersangka memiliki HP baru.

VIDEO Gara-gara HP, Seorang Cucu Tega Gorok Leher Neneknya Lalu Kabur Bawa Duit Rp 8,2 Juta

Padahal tersangka yang sejak kecil tinggal dan dibesarkan oleh korban, tidak pernah diberi uang oleh korban untuk membeli HP.

Menurut pengakuan tersangka, ia membeli HP dari uang yang diberikan oleh ibunya.

Bahkan guna menambah uang, HP lamanya dijual untuk membeli HP baru.

“Menurut pelaku, korban sempat marah-marah. Dan sempat menampar pelaku. Pelaku yang kesal kemudian menarik korban dari belakang dan terjatuh. Korban tidak sadarkan diri karena terbentur meja,” ujar AKBP M. Syarhan.

Saat korban tidak sadarkan diri tersebut, tersangka kemudian mengambil pisau yang biasa digunakan untuk memotong ayam.

Karena korban sendiri merupakan pedagang ayam potong di pasar.

Dengan pisau tersebut tersangka meyayat leher korban yang dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Tersangka kemudian melarikan diri dengan sepeda motor Honda Beat yang merupakan pembelian dari sang nenek serta membawa uang sekitar Rp 8,2 juta.

Siapa Sangka Remaja Berwajah Bule dan Ganteng Ini Merupakan Cucu dari Mendiang Presiden Soekarno

Tersangka berhasil diamankan polisi di wilayah Bandar Lampung.

“Tersangka berhasil kita amankan kurang dari 12 jam, setelah kita mendapatkan laporan. Tersangka yang masih dibawah umur ini kita amankan tanpa perlawanan,” kata AKBP M. Syarhan.

Ia menambahkan, dari pengakuan korban dirinya telah tinggal dan dibesarkan sang nenek sejak kecil.

Penyebabnya karena kedua orangtuanya berpisah.

Selama tinggal dengan korban, tersangka sering dimarahi oleh korban.

Bahkan korban mengaku kerap dipukul oleh korban jika ia melakukan kesalahan.

Korban sendiri dalam kesehariannya berdagang ayam potong dan kelontongan di pasar.

Dan tersangka sendiri kerap membantu korban.

Tersangka, ujar AKBP M. Syarhan akan dijerat dengan pasal 338 KUHP (pembunuhan) junto pasal 365 KUHP dengan ancaman kurang dari 15 tahun.

“Karena korban masih dibawah umur, untuk penanganan kasus ini kita lakukan sesuai dengan aturan penanganan kasus tindak kriminalitas yang melibatkan anak dibawah umur,” tandas AKBP M. Syarhan.

(Tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved