Tribun Pringsewu

7 Warga Pringsewu Tersambar Petir, Ini Imbauan BMKG Lampung

Paska tersambarnya petir tujuh orang warga Kabupaten Pringsewu, BMKG menginformasikan prospek cuaca hingga tiga hari kedepam.

7 Warga Pringsewu Tersambar Petir, Ini Imbauan BMKG Lampung
Intisari
Ilustrasi - 7 Warga Pringsewu Tersambar Petir, Ini Imbauan BMKG Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Paska tersambarnya petir tujuh orang warga Kabupaten Pringsewu, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan prospek cuaca hingga tiga hari kedepan.

Kasi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudy Haryanto mengungkapkan prospek cuaca berlaku 17 - 19 Juni 2019. Dimana Aliran massa udara di wilayah Lampung secara umum dari arah Timur - Tenggara. Tidak ada gangguan signifikan pada pola aliran massa udara.

MJO (Madden Julian Oscillation) pada kuadran empat, yang berpengaruh pada penambahan potensi pertumbuhan awan hujan di Lampung. Anomali suhu muka laut di sekitar Lampung secara umum antara 0 hingga -2. Kelembaban udara kurang signifikan baik pada lapisan 850 mb maupun 700 mb.

Dia mengungkapkan berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer tersebut, maka diprakirakan wilayah yang berpotensi hujan lebat di Provinsi Lampung, 17 Juni 2019 di Pesibar Pringsewu, Pesawaran, Balam, Lamteng, Tanggamus, Lamtim, dan Lambar.

"Hujan disertai kilat atau petir dan dapat disertai angin kencang," ungkapnya, Senin (17/6/2019).

Sedangkan pada18 Juni 2019 diperkirakan nihil, atau tidak terjadi hujan. Baru kemudian 19 Juni 2019, berpotensi hujan disertai kilat/petir dan dapat disertai angin kencang di wilayah Way Kanan, Lampura, dan Lamteng.

Rudi mengimbau, kalau pun terdapat kilat dan petir dapat memperhatikan hal yang perlu dilakukan supaya tidak tersambar petir. Yakni dengan berlindung di dalam mobil.

Kemudian, berjongkoklah jika berada di tempat berteduh yang terbuka pada pinggir jalan dan hindari berteduh di bawah pohon. Rudy mengatakan, jika berada di kolam renang, harus segera ke luar dari sana.

Tidak hanya itu, dia mengimbau supaya mencabut kabel power dari stop kontak listrik dan jangan menghubungi orang lewat telephon kabel.

Diketahui sebanyak tujuh orang warga Kabupaten Pringsewu tersambar petir, Sabtu (15/6/2019). Dua diantaranya tewas yakni, Tri Purwanto (35) warga Pekon Nusawungu dan Tunggono (54) warga Pekon Klaten Kecamatan Gadingrejo.

Halaman
12
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved