Kemenkominfo Blokir Iklan Rokok di Internet, Ini Gambaran Volume Penjualan Rokok di Indonesia

Meski Kemenkominfo Blokir Iklan Rokok di Internat  Volume Penjualan Rokok di Indonesia Tetap Naik Tahun Lalu Capai 334 Miliar Batang  

Kemenkominfo Blokir Iklan Rokok di Internet, Ini Gambaran Volume Penjualan Rokok di Indonesia
shutterstock via kompas.com
Ilustrasi rokok. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-  Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menerima surat dari Menteri Kesehatan terkait pemblokiran iklan rokok di internet.

Salah satu poin yang disampaikan dalam surat tersebut, iklan rokok banyak ditemui di berbagai situs semacam Youtube, Instagram, dan Game Online.

Kemenkes meminta Kemenkominfo memblokir iklan-iklan rokok itu.

Pada surat balasannya, Kemenkominfo menyatakan iklan yang diturunkan adalah promosi rokok yang memperagakan wujud rokok.

Iklan yang memunculkan wujud rokok menyalahi UU 36/2009 tentang Kesehatan pasal 46, ayat (3) butir c.

Gabungan Perserikatan Pengusaha Rokok Indonesia (Gappri) Henry Najoan, mengatakan pihaknya siap mematuhi aturan.

Sejauh ini ada kurang lebih 200 regulasi yang mengikat Industri Hasil Tembakau (IHT) dan semua dipatuhi.

Walaupun ada banyak regulasi yang mengatur, Henry memastikan rokok tidak termasuk produk ilegal dan tidak melanggar hukum.

Sebagai gambaran, volume penjualan rokok di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 334,01 miliar batang, naik 1,68 persen dari tahun sebelumnya 328,49 miliar batang.

Sementara nilai penjualan rokok di Indonesia mencapai 22,93 miliar dollar AS, naik 13,45 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 20,21 miliar dollar AS.

Halaman
12
Penulis: Romi Rinando
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved