Tribun Bandar Lampung

Aniaya Wanita Saat Gusur Pasar Griya Sukarame, Anggota Satpol PP Bandar Lampung Jadi Tersangka

Anggota Satpol PP Bandar Lampung ditetapkan Polda Lampung sebagai tersangka dugaan penganiayaan dalam aksi penggusuran Pasar Griya Sukarame.

Aniaya Wanita Saat Gusur Pasar Griya Sukarame, Anggota Satpol PP Bandar Lampung Jadi Tersangka
Ilustrasi penganiayaan 

Aniaya Wanita Saat Gusur Pasar Griya Sukarame, Anggota Satpol PP Bandar Lampung Jadi Tersangka

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - EFZ, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandar Lampung, ditetapkan Polda Lampung sebagai tersangka dugaan penganiayaan dalam aksi penggusuran Pasar Griya Sukarame pada 2018 lalu.

Penetapan tersangka oleh Ditreskrimum Polda Lampung itu dilakukan pada 23 April 2019 lalu.

Penasihat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung Kodri Ubaidilah mengatakan, penetapan tersangka ini berdasarkan dugaan penganiayaan terhadap korban Kristina Tia Ayu saat tragedi penggusuran Pasar Griya Sukarame pada Juli 2018.

"Jadi pihak Polda telah mengirimkan laporan pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan perkara dengan nomor laporan LP/B-1070/VII/2018/SPKT tanggal 21 Juli 2018 tentang terjadinya tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat 1 KUHP," ungkapnya, Rabu, 19 Juni 2019.

"Berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan (SP2HP A3) bernomor B/II/RES 1.6/2019/Ditreskrimum, tanggal 27 Februari 2019 tersebut, dinyatakan status terlapor dalam gelar perkara tanggal 23 April 2019 ditingkatkan sebagai tersangka," imbuh Kodri.

Kodri menjelaskan, perkara ini bermula saat terjadi penggusuran Pasar Griya Sukarame pada Juli 2018.

Herman HN Sambut Baik Putusan PN Tanjung Karang Terkait Gugatan Warga Eks Pasar Griya Sukarame

Dinilai Cacat Formil, Gugatan Eks Warga Pasar Griya Sukarame Ditolak Majelis Hakim PN Tanjungkarang

"Dalam proses penggusuran, aparat pemerintah, dalam hal ini Satpol PP Kota Bandar Lampung, melakukan reservitas terhadap pedagang dan mahasiswa, sehingga terjadi kekerasan," ujarnya.

LBH pun melaporkan kasus ini ke Polda Lampung.

"Saat ini hampir 4 bulan, hingga 6 bulan mendapat kabar baik jika salah satu angota Pol PP ditetapkan sebagai tersangka. Sekarang kami menunggu penyidik Polda Lampung menetapkan dan mempercepat lagi untuk dilimpahkan ke kejaksaan dan disidangkan," bebernya.

Saat ditanya soal hasil putusan perkara pengusuran Pasar Griya Sukarame yang dimenangkan Pemkot Bandar Lampung, Kodri mengaku, pihaknya telah mengajukan banding pada awal Mei lalu ke Pengadilan Tinggi Tanjungkarang.

"Kami sudah menyatakan banding, dan memori banding sudah kami serahkan ke Pengadilan Tinggi Tanjungkarang. Tinggal kita tunggu hasilnya lagi. Mudah-mudahan harapan masyarakat terpenuhi dari hasil sidang banding ini," tandasnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Lampung AKBP M Barly membenarkan peningkatan status EFZ menjadi tersangka.

Saat disinggung kapan EFZ dilimpahkan ke kejaksaan, Barly belum berkomentar banyak lantaran proses penyidikan masih berlangsung.

"Sementara masih sidik," tandasnya. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved