Tribun Lampung Selatan

Jalintim Terputus Penyeberangan Truk Turun 17 Persen

Dua hari pasca putusnya jalur lintas timur Sumatera (jalintim), arus penyeberangan di pelabuhan Bakauheni pun mengalami penurunan hingga 17 persen.

Jalintim Terputus Penyeberangan Truk Turun 17 Persen
Tribunlampung.co.id/Dedi
Arus penyeberangan truk di pelabuhan Bakauheni 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Dua hari pasca putusnya jalur lintas timur Sumatera (jalintim), arus penyeberangan di pelabuhan Bakauheni pun mengalami penurunan hingga 17 persen.

Menurut Humas PT ASDP cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap, bila biasanya setiap hari ada sekitar 3.000 truk angkutan barang  yang menyeberang. Dalam dua hari terakhir hanya da 2.500 hingga 2.600 unit saja kendaraan truk yang menyeberang.

“Memang ada penurunannya untuk penyeberangan pasca terputusnya jalur jalintim,” kata dia kepada tribun, Rabu (19/6).

Dirinya mengatakan salah satu faktor menurunya arus penyeberangan dikarenakan banyaknya kendaraan yang biasanya melalui jalintim, kini harus berputar kembali ke jalan lintas tengah Sumatera. Sehingga waktu tempuh untuk sampai ke pelabuhan Bakauheni pun jauh lebih lama.

Siap-siap Didenda Hingga Rp 1 Juta Jika Merokok atau Menjual Rokok di Kawasan Ini

“Mungkin karena harus berputar melalui jalinsum, makanya waktunya lebih lama. Sehingga sampai ke pelabuhan pun lebih lama untuk kendaraan dari Palembang, Jambi dan Riau yang kerap melalui Jalintim,” kata Saiful.

Terputusanya jembatan penghubung di Jalur Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpatim) perbatasan Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan di kabupaten Mesuji berdampak pada sopir truk angkutan barang.

Sempat Lepaskan 4 Kali Tembakan Saat Dikejar, Pencuri Sapi di Lampung Selatan Tewas Dimassa

Biaya operasional sopir truk pun membengkak. Pasalnya para sopir truk ini mengaku mereka harus memutar melalui jalur lintas tengah yang lebih lama. Sehingga menambah biaya bahan bakar dan akomodasi perjalanan.

“Sudah waktu tempuhnya semakin lama, biaya operasional kita juga naik. Untuk bahan bakar dan akomodasi diperjalanan,” kata Hasan seorang sopir truk barang asal Palembang kepada tribun, selasa (18/6) kemarin.

Menurut dirinya, ia telah berangkat pada siang hari kemarin dari Palembang. Tetapi karena jalur jalinpatim putus di kabupaten Mesuji. Dirinya terpaksa melalui jalur lintas tengah melewati Prabumulih dan Muara Enim.

Halaman
12
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved