Pilpres 2019

Ogah Jadi Saksi Kubu 02, Ini Alasan Aktivis HAM Haris Azhar

Haris Azhar menarik diri menjadi saksi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang lanjutan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Ogah Jadi Saksi Kubu 02, Ini Alasan Aktivis HAM Haris Azhar
Tribunnews
Aktivis HAM Haris Azhar menolak jadi saksi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang lanjutan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). 

Ogah Jadi Saksi Kubu 02, Ini Alasan Aktivis HAM Haris Azhar

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Haris Azhar menarik diri menjadi saksi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang lanjutan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Penolakan aktivis hak asasi manusia (HAM) itu disampaikan melalui surat yang ditujukan kepada majelis hakim MK tertanggal 19 Juni 2019.

Haris mengaku sempat memberikan bantuan hukum kepada AKP Sulman Aziz terkait adanya dugaan perintah dari Kapolres Garut untuk melakukan penggalangan dukungan bagi pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Dalam keterangannya kepada Haris, AKP Sulman Aziz menyampaikan data-data pemetaan wilayah dan nama-nama anggota polisi yang diarahkan untuk menggalang dukungan.

Namun hal itu dilakukan berdasarkan profesi Haris sebagai advokat.

"Berkaitan dengan adanya bantuan hukum saya kepada Bapak AKP Sulman Aziz, semata-mata berbasis pada profesi advokat yang selama ini saya jalani," ujar Haris dalam suratnya itu.

Haris juga menekankan pekerjaannya itu dilakukan berdasarkan pada hasil kerja advokasi, kecocokan fakta atas dugaan yang terjadi dan nilai-nilai profesionalitas dan netralitas Polri.

Karut-marut Alat Bukti Tim Hukum Prabowo-Sandiaga di Sidang MK, 28 Kontainer C1 Ditarik

Kritik Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, Yusril Sebut Baru Kali Ini Temukan Alat Bukti Berantakan

Ia pun menegaskan bahwa dirinya masih menjadi bagian dari masyarakat sipil yang menuntut akuntabilitas pemerintah dalam penyelesaian kasus pelanggaran berat HAM masa lalu.

Berdasarkan laporan Komnas HAM, Prabowo merupakan salah satu pihak yang perlu dimintai keterangannya terkait kasus penculikan dan penghilangan paksa 1997/1998.

Halaman
123
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved