PSK Mengaku sampai Layani 15 Tamu Semalam di Semarang, Tolak Uang dari Pemerintah

Lantaran, para PSK tak punya pekerjaan lainnya untuk memenuhi biaya kebutuhan hidup. Penolakan juga berasal dari para pemilik wisma di kawasan

PSK Mengaku sampai Layani 15 Tamu Semalam di Semarang, Tolak Uang dari Pemerintah
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto saat melakukan sosialisasi rencana penutupan Resos Argorejo Kawasan Sunan Kuning di Balai RW 04 Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kota Semarang bersama sejumlah PSK dan penghuni Sunan Kuning, Selasa (18/6/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sejumlah pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Sunan Kuning menolak rencana pemerintah yang hendak menutup tempat tersebut.

Penolakan juga berasal dari para pemilik wisma di kawasan tersebut.

Berbagai alasan dilontarkan demi menggagalkan rencana Pemkot Semarang menutup lokalisasi Sunan Kuning.

Mereka berpendapat bahwa penutupan lokalisasi justru akan menimbulkan masalah baru.

 

Satu di antara orang yang menolak adalah Eni (30).

Ia merupakan seorang PSK asal Wonogiri.

Ia menegaskan bahwa penutupan itu akan melahirkan masalah baru.

Lantaran, para PSK tak punya pekerjaan lainnya untuk memenuhi biaya kebutuhan hidup.

Kisah PSK Paruh Baya di Lampung, Berusia 50 Tahun, Pelanggannya Pelajar, hingga Tarif Rp 50 Ribu

 

Sementara di lokalisasi tersebut, Eni mendapatkan penghasilan yang lumayan besar.

Jika ramai, ia bisa mengantongi uang hingga Rp 7 juta dalam sebulan.

Halaman
1234
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved