Tribun Tulangbawang

Warga Menggala Diringkus Tersangkut Kasus Penadahan

Polsek Menggala bersama Tekab 308 Polres Tulangbawang mengamankan Feri Yanto (29), tersangka penadah barang hasil curian.

Warga Menggala Diringkus Tersangkut Kasus Penadahan
TRIBUN LAMPUNG/ENDRA ZULKARNAIN
Akibat membeli HP hasil curian, Feri Yanto terpaksa berurusan dengan polisi karena tersangkut kasus penadahan. Dia ditangkap Jumat (21/6) malam sekitar pukul 20.30 WIB. 

Warga Menggala Diringkus Tersangkut Kasus Penadahan

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Polsek Menggala bersama Tekab 308 Polres Tulangbawang mengamankan Feri Yanto (29), tersangka penadah barang hasil curian.

Warga Jalan IV, Kampung Ujung Gunung Ilir, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang itu diamankan polisi di rumahnya, Jumat (21/6) malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Kapolsek Menggala Iptu Zulkifli, mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi mengatakan, penangkapan terhadap Feri merujuk laporan korban Riki Handoyo (22), warga Dusun V, Kelurahan Beringin Kencana, Kecamatan Candi Puro Lampung Selatan pada 12 Mei lalu.

"Jadi dia (Feri) membeli lima unit HP (handphone) hasil kejahatan. HP tersebut milik Riki yang semuanya ditaksir seharga Rp 7 juta," terang Zulkifli, Minggu (23/06).

Polisi Ringkus Pelaku Curat dan Penadahan di Menggala

Kapolsek membeberkan, aksi kejahatan pelaku terjadi pada Minggu 12 Mei 2019 sekitar pukul 04.40 WIB, di Ponpes (pondok pesantren) Riadus Solihin, Kampung Ujung Gunung, Kecamatan Menggala.

Korban bersama rekannya menuju masjid untuk salat Subuh dengan meninggalkan HP di rumah yang posisinya tidak terkunci. "Saat tiba di rumah, korban melihat lima unit HP miliknya hilang. Korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolsek Menggala," papar Zulkifli.

Berbekal laporan korban, polisi melakukan penyelidikan. Berkat penyelidikan polisi, Feri berhasil ditangkap berikut BB (barang bukti) HP Xiaomi Note 5 warna hitam.

Tarmidi Dijerat Pasal Penadahan dan Pembuangan Mayat

Berdasar keterangan Feri, dia mendapatkan HP tersebut dengan membeli dari seseorang berinisial S seharga Rp 1,1 Juta.

"Petugas kami melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku S, ternyata pelaku sudah tidak ada lagi di rumahnya dan sekarang DPO," ungkap Kapolsek

Akibat perbuatannya Feri dijerat Pasal 480 KUHP tentang Penadahan Barang Hasil Kejahatan. "Tersangka diancam pidana penjara paling lama 4 tahun," tandas Zulkifli. (end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved