Pengakuan Wanita yang 10 Tahun Jadi PSK: Duit Keluarnya Juga Cepat, Ngga Kerasa

PSK ini menumpahkan keresahannya terkait rencana Pemkot Semarang menutup lokalisasi Sunan Kuning.

Pengakuan Wanita yang 10 Tahun Jadi PSK: Duit Keluarnya Juga Cepat, Ngga Kerasa
Tribun Jateng /Hermawan Handaka
Curhat PSK Layani hingga 15 Tamu di Sunan Kuning Menjelang Ditutup 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SEMARANG - Pengakuan seorang pekerja seks komersial (PSK) yang sudah 10 tahun bekerja.

PSK ini menumpahkan keresahannya terkait rencana Pemkot Semarang menutup lokalisasi Sunan Kuning. 

PSK menolak rencana penutupan lokalisasi Sunan Kuning. 

Sejumlah wanita pekerja seks (WPS) atau PSK menuturkan akan menjajakan diri di jalanan jika Resosialisasi Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning (SK) ditutup.

Menurut mereka, tempat penampungan atau lokalisasi dianggap tepat.

Pekerja bisa diajak koordinasi dengan mudah. Dalam pengawasan dan kontrol kesehatan pun gampang.

Kalau tidak, WPS akan menjadi liar, tidak ada pengawasan. Bisa berbisnis esek-esek di pinggir jalan, atau secara online (daring).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, siap melakukan operasi atau razia rutin.

"Kami akan gencarkan operasi rutin. Sepekan bisa dua kali," tegas Fajar.

PSK Hamil 7 Bulan Terjaring Razia Saat Mangkal, Kasi Rehabilitasi Dissos Bikin Pengakuan

Menurutnya, penyakit masyarakat tersebut harus diberantas.

Halaman
1234
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved