Tribun Bandar Lampung

Bajing Loncat Gasak Gula 46 Kg dari Truk, Terungkap Berkat Foto Viral di WhatsApp

Tim Satuan Reserse Kriminal Polsek Panjang dan Satreskrim Polresta Bandar Lampung membekuk seorang anggota komplotan pencuri modus bajing loncat.

Bajing Loncat Gasak Gula 46 Kg dari Truk, Terungkap Berkat Foto Viral di WhatsApp
Tribunlampung.co.id/Hanif Risa Mustafa
BARANG BUKTI GULA -¬†Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Wirdo Nefisco menunjukkan barang bukti gula hasil curian komplotan bajing loncat saat ekspose kasus di kantornya, Rabu (26/6/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tim Satuan Reserse Kriminal Polsek Panjang dan Satreskrim Polresta Bandar Lampung membekuk seorang anggota komplotan pencuri modus bajing loncat, Senin (24/6/2019). Komplotan ini beraksi di Jalan Soekarno-Hatta (Bypass) ruas Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Minggu (23/6/2019).

Anggota komplotan bajing loncat yang tertangkap itu berinisial R (16). Polisi juga menciduk Baituloh (43), tersangka penadah barang curian tersangka R dkk.

Penangkapan dua tersangka warga Panjang itu merujuk laporan di kepolisian bernomor LP/B/162/VI/2019/LPG/Resta Balam/Polsek PJG, tertanggal 23 Juni 2019.

"Tersangka (eksekutor) sebenarnya ada tiga orang. Mereka mencuri tiga dus gula dari atas truk yang melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Pidada, Panjang, Minggu lalu," kata Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Wirdo Nefisco saat ekspose kasus di kantornya, Rabu (26/6/2019).

Penangkapan tersangka R, beber Wirdo, berkat penyelidikan dari foto yang viral di aplikasi percakapan WhatsApp. Saat komplotan itu beraksi memanjat ke atas truk, ada pengendara yang memotret dari dalam mobil.

Tim berhasil meringkus R di rumahnya. Dari hasil pengembangan, tersangka R rupanya menjual barang curian kepada tersangka penadah Baituloh. Tim lalu berhasil mengamankan Baituloh berikut barang bukti gula curian seberat 46 kilogram.

Dalam aksinya, komplotan bajing loncat ini berboncengan menggunakan satu unit sepeda motor merek Supra X bernomor polisi BE 8527 CK. Wirdo menjelaskan R dan dua rekannya membuntuti truk incaran.

"Setelah dekat, dua orang, yakni R dan D, naik ke bak belakang truk dengan memegang tali tambang pengikat terpal. Sementara P tetap di atas motor dan mengikuti truk," terangnya.

Berikutnya, papar Wirdo, R dan D menyobek terpal penutup truk menggunakan cutter. Keduanya lalu mengambil tiga dus gula dan melemparnya ke tepi jalan. Sementara P mengumpulkannya.

Dari aksi tersebut, komplotan ini menggasak gula seberat 46 kilogram. Mereka menjualnya seharga Rp 450 ribu kepada Baituloh.

"Uang itu mereka bagi lagi Rp 125 ribu per orang. Sisanya untuk beli mi ayam, bensin, dan rokok," jelas Wirdo. 

(Tribunlampung.co.id/Hanif Risa Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved