Tribun Lampung Selatan

Gunung Anak Krakatau Sempat Keluarkan Asap Hitam Tebal

secara umum aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah menurun jika dibandingkan pasca terjadinya erupsi besar pada akhir 2018 lalu.

Gunung Anak Krakatau Sempat Keluarkan Asap Hitam Tebal
KOMPAS/RIZA FATHONI
Ilustrasi aktivitas Gunung Anak Krakatau. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda masih terus beraktivitas.

Meski begitu, secara umum aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah menurun jika dibandingkan pasca terjadinya erupsi besar pada akhir 2018 lalu.

“Aktivitas Gunung Anak Krakatau memang terkadang masih ada letusannya. Tetapi tidak terlalu meningkat juga aktivitasnya. Relatif stabil,” kata Andi Suardi, penanggung jawab Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Lampung Selatan, Rabu, 26 Juni 2019.

Berdasarkan data Vulcanic Activity Report Badan Geologi, PVMBG Kementerian ESDM, Selasa, 25 Juni 2019, tercatat terjadi empat kali letusan dengan amplitudo 42-45 mm dan durasi 31-149 detik.

Teramati juga adanya embusan sebanyak 1 kali dengan amplitudo 30 mm dan durasi 93 detik.

Sempat Turun, Kini Ketinggian Gunung Anak Krakatau Bertambah Lagi

Update Gunung Anak Krakatau, Kini Memiliki Kawah Berdiameter 400 Meter

Juga gempa tremor menerus (micro-tremor) dengan amplitudo 2-49 (dominan 30 mm).

“Dari CCTV teramati adanya asap berwarna hitam tebal di puncak. CCTV puncak pun tertutup debu,” kata Andi.

Status gunung api yang kini memiliki tinggi 157 mdpl itu berada pada level II (waspada).

Nelayan dan pengunjung dilarang mendekat dalam radius 2 kilometer dari kawah. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved