Otak Pembunuh Sekeluarga Mati Ditembak Polisi, Eksekutornya Lolos dari Hukuman Mati

Otak Pembunuh Sekeluarga Mati Ditembak Polisi, Eksekutornya Lolos dari Hukuman Mati

Otak Pembunuh Sekeluarga Mati Ditembak Polisi, Eksekutornya Lolos dari Hukuman Mati
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Otak Pembunuh Sekeluarga Mati Ditembak Polisi, Eksekutornya Lolos dari Hukuman Mati 

Namun baru beberapa saja melangkah Rio pun kemudian langsung mengancam yang bersangkutan dengan pisau.

Beberapa menit kemudian anak Muhajir, M Solihin baru dari dalam kamar dan langsung ditangkap oleh pelaku.

Agus sempat meminta bantuan kepada Dian alias Komo yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini.

Selain disuruh untuk menjaga situasi di luar rumah Dian juga dipinta untuk menyiapkan tali untuk mengikat korban.

Dian juga sempat ikut membantu Agus mengambil mobil carteran yang disewa Agus untuk mengangkut ketiga korban agar dibuang sungai di kawasan STM Hulu.

Rio dan Dian dijatuhi masing-masing hukuman seumur hidup dan 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim.

Majelis berpendapat hal-hal yang meringankan kedua terdakwa adalah mau mengakui perbuatan, mengakui kesalahan dan berbuat sopan di persidangan.

Tuduhan yang dituduhkan oleh Agus mengenai masalah mistis seperti guna-guna sempat dibantah oleh keluarga korban.

Anak korban Dessy sempat menyebut bahwa tuduhan yang diucapkan pelaku sama sekali tidaklah benar.

" Kalau untuk hukuman yang dijatuhkan saya serahkan sepenuhnya sama Hakim lah,"kata Dessy usai menghadiri sidang putusan. (dra/tribun-medan.com).

 

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Lolos dari Hukuman Mati, Penculik dan Pembunuh Keluarga Muhajir Mengaku Pening, https://medan.tribunnews.com/2019/06/26/lolos-dari-hukuman-mati-pelaku-penculik-dan-pembunuh-keluarga-muhajir-mengaku-pening?page=all.

Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved