Universitas Lampung

Unila Asuh 10 PTS

Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin membuka Pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) yang digelar bagi 10 Perguruan Tinggi Swasta asuhan unila.

Unila Asuh 10 PTS
Ist
Unila Asuh 10 PTS 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Hasriadi Mat Akin membuka Pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) yang digelar bagi 10 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Asuhan Unila yang tersebar di Bandarlampung, Peringsewu, dan Metro.

Program lanjutan pelatihan penyusunan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang diinisiasi Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu Universitas Lampung ini berlangsung tiga hari di ruang sidang Lantai IV Rektorat Unila, Rabu-Jumat (26-28/6/2019).

Ketua Pelaksana Priyambodo menyampaikan, Unila pada kegiatan ini menyiapkan kuota sebanyak 40 peserta pada masing-masing PTS asuh. Para peserta pada pelatihan ini akan dibekali beberapa keterampilan terkait pelaksanaan audit.

Di antara metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi kelompok, hingga simulasi audit. Peserta di akhir pelatihan juga akan mengumpulkan tugas kemudian dipresentasikan.

Apabila peserta memenuhi syarat, kata dia, akan mendapatkan sertifikat peserta pelatihan dan auditor internal. Para peserta yang lulus sebagai auditor internal akan menjadi motor dalam pengembangan SPMI dan audit internal di masing-masing PTS.

Rektor menambahkan, ukuran sebuah program studi adalah akreditasi. Untuk mencapai akreditasi yang unggul maka proses penjaminan mutu harus dilakukan secara konsisten. “Audit mutu adalah usaha yang sistemik,” kata Hasriadi.

Unila Asuh 10 PTS
Unila Asuh 10 PTS (Ist)

Universitas Lampung sendiri menempatkan penjaminan mutu layaknya tunggangan untuk menjadi Perguruan Tinggi berkelas dunia. Sehingga Unila yang sudah mengantongi akreditasi A akan mulai mengarah kepada akreditasi internasional.

Oleh sebab itu, lanjutnya, standar mutu di masing-masing Perguruan Tinggi wajib dilaksanakan dan dimonitor sehingga lebih siap dan mudah ketika akan dilaksanakan reakreditasi.

“Jadi jangan tunggu hingga lima tahun sekali,” tegasnya.

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved