Waspada Kolesterol Tinggi, Sebaiknya Cek Rutin Minimal Setahun Sekali

Kolesterol tinggi kerap menjadi momok bagi penderitanya dan membutuhkan usaha lebih agar kolesterol tetap di ambang batas normal.

Waspada Kolesterol Tinggi, Sebaiknya Cek Rutin Minimal Setahun Sekali
Thinkstockphotos
Ilustrasi - Waspada Kolesterol Tinggi, Sebaiknya Cek Rutin Minimal Setahun Sekali 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Kolesterol tinggi kerap menjadi momok bagi penderitanya dan membutuhkan usaha lebih agar kolesterol tetap di ambang batas normal.

Karena saat kadar kolesterol tinggi dapat memicu beragam penyakit diantaranya jantung dan stroke.

Dokter Endang Budiati menjelaskan, kolesterol sendiri merupakan lemak darah yang ada di seluruh sel dalam tubuh. Produksi kolesterol berasal dari dalam hati dan didapat dari makanan.

Saat dalam batas normal, kolesterol memiliki fungsi membentuk dinding lapisan luar sel dan selubung saraf serta berfungsi sebagai bahan dasar hormon, cairan empedu untuk mencerna lemak, menjaga metabolisme tubuh, dan lainnya.

Ketika kolesterol berada pada ambang tidak normal, penderitanya akan mengeluhkan beberapa gejala seperti kepala terasa berat di bagian belakang hingga leher dan bahu, tubuh terasa pegal semua dan lainnya.

Namun melakukan cek kolesterol tidak harus dalam kondisi mengalami gejala tersebut.

Karena tujuan pemeriksaan saat kondisi badan sehat akan menunjukkan hasil sebenarnya. Terutama jika sudah berusia di atas kepala tiga.

"Ketika usia sudah 35 tahun ke atas penting memeriksakan kadar kolesterol tiap setahun sekali. Agar hasil tes sesuai, perlu melakukan puasa 9 sampai 12 jam sebelum melakukan pengecekan kolesterol," ujar dokter praktek umum di Bandar Lampung ini kepada Tribun, Sabtu (29/6/2019).

Cek kolesterol dilakukan untuk memastikan kondisi kolesterol itu apakah masih dalam batas normal atau justru tinggi.

Pengecekan bisa dilakukan di puskesmas atau rumah sakit. Karena saat melakukan pengecekan mandiri, terkadang bingung dalam membaca hasilnya.

Kondisi kolesterol tinggi bisa menimbulkan beragam dampak negatif dan memicu penyakit lain karena menyumbat aliran darah ke jantung maupun otak. Bisa mengakibatkan stroke, penyakit jantung, dan lainnya.(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia M)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved