Tribun Lampung Tengah

Pemuda Bawa Senjata Tajam Sambil Kendarai Motor di Lampung Tengah, Terancam Penjara 10 Tahun

Seorang pemuda membawa senjata tajam (sajam) saat berkendara sepeda motor di Lampung Tengah. Pemuda bernama Firmansyah (19) itu ditangkap di kawasan

Pemuda Bawa Senjata Tajam Sambil Kendarai Motor di Lampung Tengah, Terancam Penjara 10 Tahun
tribunlampung.co.id/syamsir alam
Tekab 308 dan pelaku Firmansyah. Pemuda Bawa Senjata Tajam Sambil Kendarai Motor di Lampung Tengah, Terancam Penjara 10 Tahun. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNGSUGIH - Seorang pemuda membawa senjata tajam (sajam) saat berkendara sepeda motor di Lampung Tengah.

Pemuda bernama Firmansyah (19) itu ditangkap di kawasan Gunung Sugih.

Pemuda asal Kampung Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha tersebut ditangkap, saat Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Tengah, sedang menjalankan patroli rutin.

"Pelaku kita tangkap, Jumat (28/6/2019) lalu, sekitar pukul 21.00 WIB."

"Saat itu, Tekab 308 sedang melakukan patroli cipta kondisi rutin," terang Kepala Satreskrim Polres Lamteng Ajun Komisaris Yuda Wiranegara, Minggu (30/6/2019).

Yuda melanjutkan, saat itu, Firmansyah berkendara sepeda motor di kawasan Tugu Budaya/Patung Pencaksilat.

Saat melintas, motor kemudian diberhentikan polisi yang sedang melakukan patroli.

"Kita langsung lakukan penggeledahan."

Gara-gara Bagasi Berbayar, Penumpang Wings Air Ngamuk Tenteng Senjata Tajam, Lihat Videonya

"Di saku celana sebelah kiri, diselipkan sebilah badik. Lalu, pelaku kita bawa ke mapolres guna dimintai keterangan lebih lanjut," ujarnya.

Sementara, Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma menyatakan, Operasi Cipta Kondisi yang dilakukan jajarannya adalah sebagai upaya untuk menekan angka kriminalitas jalanan, khususnya di kawasan Jalur Lintas Tengah Sumatera (Jalinteng).

Kegiatan Cipta Kondisi melibatkan Tekab 308 dan satuan lainnya di Polres Lamteng.

PAtroli dilakukan rutin hampir setiap malam.

"Cipta Kondisi yang dilaksanakan oleh Tekab 308 Polres Lampung Tengah, guna menciptakan suasana aman bagi masyarakat yang ada di Lampung Tengah, khususnya dari pelaku-pelaku curas, curat, dan curanmor," kata I Made Rasma.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Firmansyah dijerat Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat RI nomor 12 Tahun 1951, pelaku terancam penjara selama 10 tahun. (tribunlampung.co.id/syamsir alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved