Tribun Lampung Selatan

Aktivitas Teramati Masih Adanya Letusan, Kondisi Gunung Anak Krakatau (GAK) Saat Ini Fluktuatif

Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di Selat Sunda masih menunjukan geliat yang fluktuatif.

Aktivitas Teramati Masih Adanya Letusan, Kondisi Gunung Anak Krakatau (GAK) Saat Ini Fluktuatif
Instagram @EarthUncutTV / James Reynolds dan Instagram sutopopurwo
Kondisi Gunung Anak Krakatau (GAK) saat ini, munculnya air laut berwarna orange di sekitar pantai GAK. Saat ini kondisi GAK masih fluktuatif. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di Selat Sunda masih menunjukan geliat yang fluktuatif.

Gunung api yang kini memiliki ketinggian 157 mdpl ini masih mengeluarkan gempa letusan.

Penanggungjawab pos pantau GAK di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi mengatakan, berdasarkan data magma VAR (volcano activity report) Badan Geologi, PVMBG Kementerian ESDM, pada Rabu (3/7/2019) sampai pukul 24.00 teramati adanya 5 kali letusan dengan amplitude 42-50 mm dan durasi 20-38 detik.

Sempat Menunjukan Peningkatan Aktivitas, Kemarin Gunung Anak Krakatau (GAK) Hanya 2 Kali Meletus

Sementara untuk hembusan teramati sebanyak 2 kali dengan amplitude 9-22 mm dan durasi 15-31 detik. Untuk gempat microtremor (tremor menerus) terekam dengan amplitude 1-10 mm (dominan 3 mm).

“Untuk kondisi cuaca disekitar GAK teramati cerah dan berawan. CCTV yang ada di GAK tertutup debu,” kata dia kepada tribun, kamis (4/7).

Andi mengatakan aktivitas GAK sejauh ini memang tetap menunjukan aktivitas vulkanil. Ini sebagai proses gunung api tersebut kembali membangun badannya pasca eruspi besar pada 22 Desember 2018 lalu.

Untuk status GAK saat ini masih level II Waspada. Dimana para pengunjung dan nelayan dilarang mendekati kawah GAK dalam radius 2 kilometer.

Gunung Anak Krakatu (GAK) merupakan gunung api yang berada diselat Sunda. GAK sempat mengalami erupsi besar pada 22 Desembe 2018 lalu yang memicu terjadinya tsunami selat Sunda yang meluluhlantahkan sebagian wilayah pesisir Banten dan Lampung Selatan.

Sejak muncul di permukaan laut pada 1927 silam, pasca letusan dasyat pada tahun 1883. GAK tercatat telah mengalami erupsi lebih dari 120 kali dengan waktu istirahat berkisar 1-6 tahun.

(tribunlampung/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved