Tribun Metro

Rencana Peremajaan Shopping Center, DRPD Metro Akan Gelar Hearing dengan Pemkot dan Pedagang

DPRD Kota Metro akan memanggil Pemerintah dan pedagang untuk dengar pendapat terkait rencana peremajaan Shopping Center.

Rencana Peremajaan Shopping Center, DRPD Metro Akan Gelar Hearing dengan Pemkot dan Pedagang
Tribunlampung.co.id/Indra
Wakil Ketua Komisi Nasrianto Effendi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - DPRD Kota Metro akan memanggil Pemerintah dan pedagang untuk dengar pendapat terkait rencana peremajaan Shopping Center.

Wakil Ketua Komisi Nasrianto Effendi mengatakan, ada banyak masukan dari pedagang Shopping Center. Karenanya perlu duduk bersama antara pemerintah dan pihak-pihak terkait membahas dan mencarikan solusi yang paling tepat.

"Ada 300 pedagang di sana yang bergantung hidup dari jualan. Bukannya mereka tidak setuju ada perbaikan, malah setuju ada renovasi. Perbaikan mana yang rusak atau tidak laik, bukan malah pembangunan ulang. Itu hal yang berbeda," imbuhnya, Kamis (4/7).

Apalagi, terus Nasrianto, pada paripurna beberapa waktu lalu, sejumlah fraksi telah menanyakan terkait Shopping Center. Karena memang selama ini dewan sama sekali tidak pernah diinformasikan apa saja rencana pemerintah terkait pasar.

Karena itu, pihaknya akan meminta penjelasan dari pemerintah terkait rencana apa yang akan dilakukan terhadap Shopping Center. Termasuk meminta hasil uji kelaikan bangunan apakah harus dirobohkan atau masih kuat, laik dan hanya butuh renovasi.

Cara Membuat NPWP Online, Siapkan Syarat-syarat Bikin NPWP

"Sekali lagi kita ingatkan, banyak sekali pekerjaan yang belum selesai yang telah menelan biaya puluhan miliar. Ada GSG, ada Bumi Perkemahan, begitu juga ruko di Jalan Sudirman. Padahal kita tahu sebentar lagi ada pilkada," tandasnya.

Sementara Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda sebelumnya meminta, pemerintah melakukan pembicaraan dengan pihak-pihak terkait sebelum melakukan atau mengeluarkan kebijakan, terlebih yang berkaitan dengan pasar yang melibatkan banyak pihak.

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim Dikabarkan Sedang Dipanggil KPK, Ini Jawaban Juru Bicara KPK

"Kami di DPRD ini tidak pernah diajak bicara, sama sekali enggak pernah. Sama sekali. Kita tahu karena ada laporan dari pedagang. Intinya, jangan gunakan pihak ketiga jika ingin membangun Shopping Center. Kami dari dewan tegas akan menolak. Pakai APBD atau jemput bola APBN kan bisa," tegasnya.

Rencana eksekusi dan pengosongan Shopping Center berdasarkan surat yang dikirimkan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro kepada pedagang pada 17 Juli 2019.

Sekretaris Kota Metro Nasir AT mengatakan, permintaan pengosongan dari kawasan Shopping Center telah dilakukan melalui surat pemberitahuan yang berisi tentang rencana proses peremajaan bangunan. Saat ini Pemkot sedang berkoordinasi dalam pelaksanaan rencana peremajaan.

"Sudah diberi surat pemberitahuan kepada pedagang. Batas akhirnya 30 Juni. Kondisi bangunan sudah tua dan tidak laik lagi, sehingga perlu dilakukan peremajaan gedung. Usia bangunan shopping saat ini kurang lebih sudah 38 tahun," ujarnya.

Sementara Penasehat Persatuan Pedagang Pertokoan Kota Metro (PPPKM) Gunawan bersama Ketua PPPKM Fahli Arman sebelumnya mengatakan, pihaknya tidak pernah diajak komunikasi dan duduk bersama terkait pembangunan Shopping. Tiba-tiba diminta untuk mengosongkan.

(Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved