Public Service

Salat Salah Kiblat, Bagaimana Ketentuannya?

Saya menunaikan salat Magrib ternyata salah kiblat karena dalam kondisi lupa. Saya mengetahui hal itu di tengah salat Isya

Salat Salah Kiblat, Bagaimana Ketentuannya?
net
salat

Salat Salah Kiblat, Bagaimana Ketentuannya?

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kepada Yth MUI Lampung. Saya menunaikan salat Magrib ternyata salah kiblat karena dalam kondisi lupa. Saya mengetahui hal itu di tengah salat Isya, apakah saya mengulangi salat Magrib saya? Mohon penjelasannya.

Ingin Salat Jumat Berjamaah, Akhirnya Khamami Dapat Penetapan Pindah Rutan dari Polda ke Way Huwi

Pengirim: +6281269638xxx

Wajib Diulangi Salatnya

Salah satu yang menjadi syarat sah salat adalah menghadap kiblat. Menghadap kiblat disyaratkan bagi orang yang mampu menghadapnya.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi pijakan dalam menentukan arah kiblat, misalkan berlandaskan kepada mihrab masjid yang teruji tanpa ada yang mencelanya, berita dari orang terpercaya yang melihat kiblat secara langsung, berita dari banyak orang yang mencapai taraf khabar mutawatir (diyakini kebenaranya), dengan bait al-ibrah (kompas) dan lain sebagainya.

Tata Cara Salat Idul Adha, Bacaan Niat Takbir Paling Lengkap sampai Salam

Dalam konteks kekinian, bait Al-Ibrah saat ini bisa digantikan dengan aplikasi sejenis Google Maps.
Dalam menentukan arah kiblat, seseorang tidak boleh ngawur, tidak boleh salat dengan asal menghadap tanpa dasar. Meski pada kenyataannya arahnya tepat, salatnya tetap tidak sah.

Salat yang terlanjur dilakukan dengan menghadap kiblat tanpa ada dasar, maka ulama sepakat wajib diulangi.

Ketika sudah menghadap berdasarkan petunjuk yang didapat dari hasil ijtihadnya, namun setelahnya diyakini keliru, maka menurut pendapat Al-Azhhar (pendapat kuat), salatnya tidak sah. Salat yang terlanjur dilakukan tanpa menghadap kiblat, wajib diulangi.

Saat kekeliruan terjadi di tengah-tengah salat, maka salat wajib diulang dari awal dan menghadap arah yang benar. Demikian juga salat yang dikerjakan tanpa menghadap kiblat yang disebabkan lupa atau tidak bertanya dengan orang yang tau arah jiblat, maka salatnya wajib diulang dari awal.

Hal ini berdasarkan pendapat Syekh Al-Khathib Al-Syarbini, dalam kitab Mughnil Muhtaj, juz I halaman 147:

"Orang yang salat dengan ijtihad dari dirinya sendiri atau orang yang dia ikuti, kemudian yakin keliru di dalam arah kiblat, arah kanan atau kiri kiblat secara tertentu, sebelum masuk waktu atau di dalamnya, maka ia wajib mengulangi salat. Atau apabila terjadi setelah salat, maka wajib mengqadla' menurut pendapat Al-Azhhar, meski tidak jelas baginya kebenaran. Sebab kayakinannya akan sebuah kekeliruan dalam persoalan yang secara adat terjamin dari kekeliruan, sebagaimana seorang hakim yang menghukumi berdasarkan ijtihad kemudian ia menemukan dalil nash yang menyelisihinya".

KH. MUNAWIR
Ketua Komisi Fatwa MUI Lampung

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved