Tribun Lampung Selatan

Soroti Persoalan Zonasi pada PPDB 2019, Disdik Lamsel akan Tingkatkan Kapasitas Guru

Persoalan penerapan sistem zonasi pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini turut jadi perhatian Dinas Pendidikan Lamsel.

Soroti Persoalan Zonasi pada PPDB 2019, Disdik Lamsel akan Tingkatkan Kapasitas Guru
Thomas Americo 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Persoalan penerapan sistem zonasi pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini turut jadi perhatian Dinas Pendidikan Lamsel. 

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Thomas Americo mengatakan pelaksanaan PPDB tahun ini akan dilakukan evaluasi guna untuk perbaikan kedepannya.

Hasil evaluasi ini juga akan disampaikan ke Kementerian Pendidikan.

“Kita dipemerintah daerah tentunya berkewajiban untuk melaksanakan dan mengamankan kebijakan dari pemerintah pusat. Tetapi untuk sistem zonasi pada PPDB ini  akan dilakukan evaluasi untuk perbaikan kedepannya,” kata dia, Kamis (4/7/2019).

Thomas Americo mengakui ada beberapa persoalan dalam penerapan sistem zonasi ini.

Tetapi, terangnya, tujuan pemerintah dalam menerapakan sistem ini untuk melakukan pemerataan kesempatan setiap siswa.

Disdik Lamsel Prioritas Perbaikan Sekolah Rusak pada Tahun Depan

Dengan sistem ini, lanjutnya, juga diharapkan setiap sekolah berusaha dan bersaing untuk meningkatkan mutu pendidikannya.

Dan pemerintah pun, ujarnya, akan melakukan pemerataan untuk tenaga pengajar dan sarana pendudung pendidikan secara bertahap.

Untuk saat ini, terang Thomas, pihaknya memang menyarankan kepada orang tua walimurid yang tidak bisa masuk pada sekolah yang diinginkannya karena terganjal dengan sistem zonasi untuk masuk pada sekolah swasta sebagai alternative.

“Kita menyarankan kepada orang tua wali murid yang anaknya memiliki prestasi akademik baik, bisa memilih sekolah swasta yang memiliki kualitas yang baik,” terangnya.

Dinas Pendidikan Lampung Selatan sendiri, kata Thomas Americo, untuk tahun ini selain tetap memberikan perhatian pada infrastruktur. Juga akan memberikan perhatian pada peningkatan kapasitas tenaga pengajar.

“Kita akan dorong peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan-pelatihan. Sehingga tidak ada lagi gap antara guru yang mengajar di sekolah unggulan dan non unggulan,” tegasnya.

(tribunlampung/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved