Mantan Kades Sandera Sopir Truk

10 Fakta Eks Kades Sandera Truk di Lampung, Minta Tebusan Rp 10 Juta hingga Sopir Tak Makan 2 Hari

Kasus mantan kades atau kepala desa sandera truk di Lampung Utara memunculkan sejumlah fakta.

10 Fakta Eks Kades Sandera Truk di Lampung, Minta Tebusan Rp 10 Juta hingga Sopir Tak Makan 2 Hari
tribunlampung.co.id/anung bayuardi
Polisi berjaga di sekitar truk yang disandera mantan kades di Lampung Utara, Sabtu (6/7/2019). Tak cuma truk, mantan kades itu juga menyandera sopir dan kernet truk. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kasus mantan kades atau kepala desa sandera truk di Lampung Utara memunculkan sejumlah fakta.

Akibatnya, sopir dan kernet turut tersandera akibat pelaku menahan kunci serta surat-surat truk.

Pelaku beralasan penyanderaan dilakukan lantaran truk yang melintas menyebabkan jalan rusak.

Namun, polisi mengungkap adanya permintaan uang tebusan sebesar Rp 10 juta dari mantan kades berinisial ZA alias gajah, apabila truk mau dibebaskan.

Berikut, 10 fakta kasus mantan kades sandera truk di Lampung Utara sebagaimana dirangkum Tribunlampung.co.id.

1. Truk Bawa Besi dari Bandar Lampung Menuju Way Kanan

Kasatreskrim Polres Lampung Utara AKP M Hendrik mengungkapkan, kejadian bermula pada Kamis, 4 Juli 2019 sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat itu, sopir dan kernet ditugaskan PT Purnama Bohler Technologi untuk mengangkut besi panjang.

Disandera Mantan Kades di Lampung Utara, Sopir dan Kernet Mengaku Tak Diberi Makan Selama 2 Hari

Muatan dibawa dari Bandar Lampung menuju PT PSMI di Way Kanan.

Besi panjang diangkut menggunakan Fuso warna merah dengan nomor polisi BE 8242 CI.

Halaman
1234
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved