Aksi Cepat Tanggap

ACT bersama Pakar Manajemen Bencana PBB Berikan Edukasi Mitigasi Bencana

Hal ini menjadikan Center of Excellence Kebencanaan perlu direalisasikan sebagai wujud pengalaman panjang ACT di bidang kebencanaan.

ACT bersama Pakar Manajemen Bencana PBB Berikan Edukasi Mitigasi Bencana
ACT
ACT bersama Pakar Manajemen Bencana PBB Berikan Edukasi Mitigasi Bencana. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Kondisi geografis menjadikan Indonesia sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor.

Pendidikan dan mitigasi bencana menjadi elemen penting untuk mengurangi risiko bencana.

Hal ini menjadikan Center of Excellence Kebencanaan perlu direalisasikan sebagai wujud pengalaman panjang ACT di bidang kebencanaan.

Gagasan ini menjadi topik utama yang disampaikan Dr. Puji Pujiono, MSW, seorang pakar manajemen bencana PBB dalam acara “Sharing with The Master” pada Kamis (4/7).

Tahun 2018 lalu, dua ibu kota provinsi di Indonesia dilanda gempa besar: Mataram di Lombok dan Palu di Sulawesi Tengah.

Ratusan penduduknya dinyatakan meninggal dunia akibat tak sempat menyelamatkan diri.

Potensi bencana besar pun mengancam kota lain dengan penduduk padat, sebut saja Bandung di Jawa Barat dengan sesar Lembangnya.

Ada pula Jakarta dengan Sesar Baribis yang masih misteri melintang di selatan ibu kota.

Puji Pujiono sebagai Penasihat Senior The Pujiono Centre mengatakan, sudah sepatutnya masyarakat perkotaan waspada pada ancaman bencana.

Mereka perlu memahami risiko di lingkungan tempat mereka menetap.

Halaman
123
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved