Mantan Kades Sandera Sopir Truk

Mantan Kades Sandera Truk di Lampung Utara, Polisi Sebut Pelaku Minta Uang Tebusan Rp 10 Juta

Fakta baru kasus mantan kades atau kepala desa sandera truk di Lampung Utara, diungkap Kasatreskrim Polres Lampung Utara AKP M Hendrik.

Mantan Kades Sandera Truk di Lampung Utara, Polisi Sebut Pelaku Minta Uang Tebusan Rp 10 Juta
tribunlampung.co.id/anung bayuardi
Polisi mengepung rumah mantan kades di Lampung Utara untuk membebaskan sopir dan kernet serta truk yang disandera, Sabtu (6/7/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Fakta baru kasus mantan kades atau kepala desa sandera truk di Lampung Utara, diungkap Kasatreskrim Polres Lampung Utara AKP M Hendrik.

Menurut M Hendrik, pihaknya melakukan upaya pembebasan sopir dan kernet serta truk setelah mendapat laporan dari pemilik kendaraan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa mantan kades berinisial ZA meminta uang tebusan kepada pemilik kendaraan.

ZA baru akan membebaskan truk yang disandera jika mendapat uang tebusan sebesar Rp 10 juta. 

“Oknum ZA meminta uang Rp 10 juta, dan diantarkan ke rumah Z.A,” kata M Hendrik, Minggu (7/7/2019).

M Hendrik mengungkapkan, kejadian bermula pada Kamis, 4 Juli 2019 sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat itu, sopir dan kernet ditugaskan PT Purnama Bohler Technologi untuk mengangkut besi panjang.

Muatan dibawa dari Bandar Lampung menuju PT PSMI di Way Kanan.

Disandera Mantan Kades di Lampung Utara, Sopir dan Kernet Mengaku Tak Diberi Makan Selama 2 Hari

Besi panjang diangkut menggunakan Fuso warna merah dengan nomor polisi BE 8242 CI.

Pada Jumat, 5 Juli 2019 sekitar pukul 04.00 WIB, truk melintasi Jalan Pakuan Ratu, Desa Hanakau Jaya, Sungkai Utara, Lampung Utara.

Halaman
1234
Penulis: anung bayuardi
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved