Tribun Lampung Utara

Tinggal Sebatangkara di Gubuk Reyot, Nenek Giyem Andalkan Bantuan Warga untuk Bertahan Hidup

Sungguh malang, di masa tuanya nenek Giyem (70) harus menghabiskan masa tuanya sebatangakara di sebuah gubuk kecil tak layak huni.

Tinggal Sebatangkara di Gubuk Reyot, Nenek Giyem Andalkan Bantuan Warga untuk Bertahan Hidup
Tribunlampung.co.id/Anung
Nenek Giyem 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, ABUNG BARAT - Sungguh malang, di masa tuanya nenek Giyem (70) harus menghabiskan masa tuanya sebatangakara di sebuah gubuk kecil tak layak huni yang berukuran sekitar 4 x 4 meter. Rumah geribik yang jadi tempat tinggalnya beratapkan genteng.

Nenek renta tersebut sejak beberapa bulan terakhir harus menyendiri di sebuah gubuk di dusun II Desa Simpang Abung, Kecamatan Abung Barat , Kabupaten Lampung Utara semenjak sang suami yang selalu menemaninya berpulang.

Menurut penjelasan sejumlah warga jika nenek Ginem memang hidup berdua saja dengan sang suami dan tidak memiliki anak. Namun, beberapa bulan yang lalu sang suami meninggal, sehingga nenek kini hanya sebatangkara.

Usia yang cukup tua, kondisi sang nenek sangat memprihatinkan. Selain tidak bisa melihat, juga tidak bisa mendengar.

Mariam (42), salah satu tetangga Ginem tinggal mengatakan, sejak beberapa bulan terakhir selalu memberikan perhatian kepada nenek bertubuh kurus itu.

Perempuan yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga itu hanya bisa membantu Nenek ginem memenuhi kebutuhannya saja, seperti makan dan minum serta mengurus kebersihan sang nenek.

Mariam juga sangat berharap kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan nenek ginem dengan memberikan alat pendengaran kepadanya.

RT dusun II desa Simpang Abung, Dodi mengatakan kondisi nenek Ginem memang cukup memperihatinkan. hidup sebatangkara tidak memiliki anak maupun sanak Family.

5 Berita Terpopuler Tribun Lampung Minggu 7 Juli 2019, Drama Mantan Kades Sandera 2 Warga dan Truk

Bahkan yang membuat hati cukup sedih nenek ginem tidak bisa melihat dan pula tak bisa mendengar. Warga disini lah yang memperhatikan nenek ginem mulai dari tempat tidur, makan sampai dengan pakaiannya.

"Saya berharap ada peran pemerintah daerah untuk memperhatikan nenek giyem. Karena disini sang nenek hanya tinggal sebatangkara semenjak sang suami meninggal dunia," katanya.

Halaman
12
Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved