Tribun Lampung Tengah

Buron 9 Bulan, Pelaku Pencurian 6 Unit Besi Stager di Balai Kampung Terbanggi Akhirnya Dibekuk

Menjadi buron Polsek Terbanggi Besar sembilan bulan terakhir, pelaku pencurian besi stager leter u akhirnya dapat diringkus.

Buron 9 Bulan, Pelaku Pencurian 6 Unit Besi Stager di Balai Kampung Terbanggi Akhirnya Dibekuk
Tribunlampung.co.id/Syamsir
Pelaku Julianto di Mapolsek Terbanggi Besar 

Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,TERBANGGIBESAR - Menjadi buron Polsek Terbanggi Besar sembilan bulan terakhir, pelaku pencurian besi stager leter u di Balai Kampung Terbanggi Besar, pada November 2018 lalu akhirnya dapat diringkus.

Penangkapan pelaku Julianto (19), warga Dusun II Kampung Terbanggi Besar, berkat keterangan rekannya, atas nama Andre Afrizal (23), yang lebih dulu diamankan beberapa saat setelah melakukan pencurian, dan telah menjalani hukum di Lapas Kelas III Gunung Sugih.

Kepala Polsek Terbanggi Besar Komisaris Donny Hendridunand, Selasa (9/7/2019) mendampingi Kapolres AKBP I Made Rasma mengatakan, Julianto ditangkap Sabtu (6/7) lalu, di depan Balai Kampung Terbanggi sekitar pukul 01.00 WIB.

"Anggota kami sedang berpatroli di kawasan tersebut, lalu melihat seorang pemuda sedang berdiri di depan Balai Kampung (Terbanggi Besar). Begitu yakin dengan ciri-ciri (Julianto), lalu dilakukan penggerebekan," kata Komisaris Donny Hendridunand.

Donny menambahkan, saat akan dilakukan penangkapan, Julianto berusaha melarikan diri, namun karena sudah disergap, akhirnya ia berhasil ditangkap dan dibawa ke Mapolsek Terbanggi Besar untuk dilakukan pemeriksaan.

"Ia mengakui perbuatannya, melakukan pencurian enam unit besi stager leter u di Balai Kampung Terbanggi dengan pelaku Andre (sudah ditangkap lebih dahulu). Modus yang dilakukan dengan mencuri pada malam hari," ujarnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku Julianto Darmaja dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman 9 tahun penjara.

Kenal Lewat Facebook Lalu Ajak Ketemuan Korban, Siswa SMP Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Pelaku Julianto mengatakan, saat itu ia dan Andre melakukan pencurian sekitar pukul 02.00 WIB. Keduanya masuk ke areal Balai Kampung Terbanggi dari bagian belakang bangunan yang sedang dalam tahap renovasi.

"Besinya kami lepas satu persatu, lalu dibawa ke rumah Andre (tidak jauh dari Balai Kampung Terbanggi). Setelah itu, kami berusaha jual besi itu ke tukang besi, tapi belum laku karena Andre ternyata sudah ditangkap (November 2018)," terang Julianto.

Selama sembilan bulan menjadi DPO kepolisan, Julianto mengaku selalu berpindah-pindah lokasi di sekitaran Kampung Terbanggi Besar. Ia juga menghindari tempat keramaian supaya keberadaannya tidak diketahui petugas.

Kisah Jenderal Polisi Lampung Kini Daftar KPK: Pernah Putus Asa, Sholat Minta Petunjuk lalu Door!

Keterangan korban Haidir selaku Kepala Kampung Terbanggi Besar, ia mendapatkan laporan dari salah seorang pekerja yang sedang melakukan renovasi bangunan balai kampung, bahwa besi stager yang digunakan untuk merenovasi hilang dicuri.

"Saya dapat laporannya (besi stager hilang) dari tukang itu sekitar pukul 08.30 WIB. Saat akan kerja besi yang terpasang ternyata hilang dicuri semalamnya. Tahu akan kejadian itu kemudian saya melapor ke Mapolsek Terbanggi Besar," kata Haidir.

Ia melanjutkan, akibat hilangnya besi stager leter u itu, pengerjaan renovasi balai kampung sempat terhenti, namun kemudian dilanjutkan kembali. Akibat pencurian enam unit besi stager itu, korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 4,3 juta.

(Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved