UM Metro

Era Digital: Panitia UAS UM Metro Terapkan Layanan Berbasis Daring

Era Digital: Panitia UAS Universitas Muhammadiyah Metro Terapkan Layanan Berbasis Daring (Dalam Jaringan)

Era Digital: Panitia UAS UM Metro Terapkan Layanan Berbasis Daring
Ist
Era Digital: Panitia UAS UM Metro Terapkan Layanan Berbasis Daring 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Hari kedua pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS), 7 (tujuh) Program Studi di lingkungan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Metro terapkan UAS berbasis Daring (Dalam Jaringan) , Selasa (9/7/2019).

Agil Lepiyanto, salah satu dosen sekaligus pengawas UAS di Program Studi Pendidikan Biologi UM Metro mengungkapkan, dengan tes atau ujian menggunakan media online, mahasiswa akan dengan cepat mengetahui nilai yang diperoleh tanpa harus menunggu hasil koreksi dosen pengampu mata kuliah.

“Adanya UAS Online ini diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman bagaimana mengikuti tes secara online. Salah satu keunggulan UAS Online ini mahasiswa dapat langsung mengetahui nilai hasil kerja mereka,” ungkapnya.

Saat dimintai keterangan seputar layanan jejaring online yang digunakan untuk memfasilitasi peserta UAS, ia menyebut tujuh program studi di lingkungan FKIP UM Metro serentak menggunakan provider jejaring yang bisa membuat, mengelola, dan berbagi konten akademik asal New York, Amerika Serikat.

“UAS online yang serentak dilaksanakan di 7 (tujuh) program studi FKIP ini menggunakan fasilitas schollogy,” terangnya kepada Humas UM Metro.

Terlebih, dosen yang sehari-hari mengenakan kaca mata itu juga memberikan beberapa pesan perihal pemanfaatan jejaring schollogy. Selain keunggulan yang disebutkan di atas, penggunaan schollogy di lembaga pendidikan tinggi harus didukung oleh koneksi internet yang stabil.

Bila suatu kampus atau perguruan tinggi belum menyediakan fasilitas Wifi yang koneksinya stabil, jangan sekali-kali menggunakan model UAS seperti ini karena tidak akan efektif dan bisa dipastikan peserta UAS akan mengalami kesulitan.

“Salah satu hal yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan UAS Online adalah koneksi internet yang harus tetap stabil. Jadi tantangan bagi kampus-kampus yang ingin menerapkan hal semacam ini harus melakukan pengembangan fasilitas wifi sehingga mahasiswa dapat lebih mudah dalam mengembangkan diri di era digital,” ujar Agil Lepiyanto.

Dari pantauan Humas UM Metro, peserta UAS di hari kedua ini sedang berpacu menekan layar ponselnya masing-masing menentukan pilihan yang tepat dari puluhan pertanyaan seputar Mata kuliah Belajar dan Pembelajaran. Sedangkan tujuh (7) program studi di FKIP UM Metro adalah jurusan Bimbingan dan Konseling (BK), Pendidikan Ekonomi, Sejarah, Matematika, Biologi, Fisika dan Bahasa Inggris. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved