Kisah Jenderal Polisi Lampung Kini Daftar KPK: Pernah Putus Asa, Sholat Minta Petunjuk lalu Door!

Kisah Jenderal Polisi Lampung Kini Daftar KPK: Pernah Putus Asa, Sholat Minta Petunjuk lalu Door!

Kisah Jenderal Polisi Lampung Kini Daftar KPK: Pernah Putus Asa, Sholat Minta Petunjuk lalu Door!
tribun lampung
Kisah Jenderal Polisi Lampung Kini Daftar KPK: Pernah Putus Asa, Sholat Minta Petunjuk lalu Door! (Foto Ike Edwin saat berada di RSUD Abdul Moeloek) 

Ke mana Ike pergi? Apakah dia meninggalkan lokasi? Ternyata tidak.

Ia mencari tempat wudhu, lalu ke tempat salat. Di situ, ia menunaikan salat dua rakaat. Seusai salat, ia berdoa kepada Tuhan.

"Saya bilang, 'Ya Allah, apa yang akan terjadi pada diriku semua merupakan kehendak-Mu. Berikan kekuatan kepada hamba-Mu untuk berbuat kebaikan dengan mengatasi persoalan ini. Hamba memohon petunjuk-Mu'," tuturnya.

Seusai salat, Ike kembali ke lokasi. Kini, langkahnya terasa lebih ringan. Ia juga tidak ragu lagi untuk bertindak.

"Saya waktu itu dalam hati berkata, apapun yang terjadi, kalau karier saya setelah ini hancur, saya ikhlas," kenangnya.

Suasananya masih seperti semula. Si pria tetap seperti kehilangan kewarasan. Pisau masih menempel di leher ibunya.

Kepada Wakasat Reskrim, ia meminta agar sorotan senter dipertahankan.

Saat itu, senter diarahkan dari arah atas, dan hanya bisa menerangi sedikit dari bagian depan si ibu. Ia juga masih bisa melihat tangan si pria yang memegang pisau.

Ike lalu megeluarkan pistolnya. Dari lubang yang sangat sempit, dengan dibantu cahaya senter yang tidak terang, ia membidik sasaran. Jantungnya sempat berdegup kencang.

Apa yang akan ditembak Ike? Rupanya, ia membidik tangan si pria yang sedang memegang pisau.

Ia ingin peluru menghantam tangan itu sehingga pisaunya terjatuh, dan saat itu juga anak buahnya menyerbu masuk untuk membebaskan si ibu.

Itu baru skenario. Ike sadar, kalau tembakannya meleset satu inci saja, maka semua akan hancur. Bisa jadi si ibu yang akan tewas kena terjang peluru.

Kariernya akan selesai.

Sesaat sebelum menarik pelatuk, Ike kembali mengingat Tuhan. Ia berdoa diberi kekuatan dan petunjuk. Setelah hatinya bulat, maka, "dorrr...."

Satu tembakan tepat mengenai tangan si pria. Pisau terlepas. Anak buahnya langsung menyerbu dan mengamankan situasi.

"Saat itu juga, saya seperti lepas dari beban ribuan ton. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Permasalahan itu berakhir dengan baik. Pria itu ditangkap, ibunya selamat," kenangnya.

Selama Ike Edwin menjadi Kasat Reskrim, tak ada kasus pembunuhan yang tidak berhasil diselesaikannya.

Prestasi itu mengantarnya menapak karier, hingga menjadi Kapolres Tanah Bumbu di Kalsel, Wadirreskrim Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kapowiltabes Surabaya, sampai Wakapolda Sulselbar.

Ike menceritakan pengalamannya selama menjadi polisi bukan bermaksud untuk menyombongkan diri.

"Paling tidak, apa yang saya ceritakan bisa menjadi pelajaran atau motivasi bagi orang lain, terutama para polisi muda," tuturnya saat bersilaturahmi ke kantor Tribun Lampung 2016 silam.

Awalnya Cuma Ingin Mencuri, 2 Remaja Malah Tergoda hingga Memperkosa dan Bunuh Korbannya

Suami Mengaku Hamili Wanita Lain, Istri Perintahkan Selingkuhan Habisi Sang Suami

Bukan Hanya Ike Edwin dan Ery Setyanegara, Advokat Asal Lampung Ini Juga Daftar Capim KPK

(tribunlampung.co.id / andi asmadi)

Penulis: heri
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved