Pedangdut Wanita Dijadikan PSK di Lampung, Dijajakan Rp 800 Ribu Sekali Kencan Lewat WhatsApp

Dua orang pedangdut wanita dijadikan pekerja seks komersil atau PSK dan ditawarkan melalui WhatsApp di Lampung. Praktik prostitusi online itu

Pedangdut Wanita Dijadikan PSK di Lampung, Dijajakan Rp 800 Ribu Sekali Kencan Lewat WhatsApp
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi. Pedangdut Wanita Dijadikan PSK di Lampung, Dijajakan Rp 800 Ribu Sekali Kencan Lewat WhatsApp. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Dua orang pedangdut wanita dijadikan pekerja seks komersil atau PSK dan ditawarkan melalui WhatsApp di Lampung.

Kedua pedangdut wanita berusia belasan tahun tersebut dijual seorang muncikari lewat prostitusi online.

Praktik prostitusi online itu akhirnya terbongkar di Metro, Lampung.

Polisi menangkap muncikari yang menjajakan biduan atau penyanyi dangdut organ tunggal dalam prostitusi online di Metro, Lampung.

Polres Kota Metro membongkar prostitusi online sekaligus perdagangan manusia berkedok penyanyi dangdut organ tunggal.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan Yuyun Niasari (38), yang menjadikan dua penyanyi dangdut sebagai PSK.

Tersangka merupakan warga Punggur, Lampung Tengah, pada 17 Juni 2019, saat bertransaksi di sebuah hotel di Metro Timur.

"Jadi, modusnya itu muncikari ini menawari kliennya wanita untuk di-booking," kata Kapolres Kota Metro Ajun Komisaris Besar Ganda MH Saragih dalam gelar perkara di Mapolres Metro, Senin (8/7/2019).

 Prostitusi Online Berkedok Biduan di Metro Terbongkar, Muncikari Sebut Tarif Short Time Rp 300 Ribu

"Ada dua orang yang ditawarkan, AM (18) dan MB (16). Jadi satu di bawah umur."

"Nah, untuk eksekusinya itu di hotel," lanjut Ganda MH Saragih.

Ganda menjelaskan, dari hasil pemeriksaan ponsel tersangka, Yuyun sudah berkali-kali melakukan transaksi perdagangan orang.

Halaman
1234
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved