Tribun Bandar Lampung

Harus Operasi Tangan, Satu Calhaj Lampung Batal Berangkat

Satu lagi calon jemaah haji Lampung batal berangkat ke Tanah Suci. Calhaj itu adalah Sutiati.

Harus Operasi Tangan, Satu Calhaj Lampung Batal Berangkat
TRIBUN LAMPUNG/DENI SAPUTRA
HARU LEPAS KELUARGA -┬áIsak tangis calhaj dan keluarga calhaj pecah saat pelepasan keberangkatan calhaj kloter 9 Bandar Lampung di Masjid Islamic Center, Rajabasa, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Satu lagi calon jemaah haji Lampung batal berangkat ke Tanah Suci. Calhaj itu adalah Sutiati.

Sutiati adalah calhaj yang tergabung dalam kelompok terbang 9 asal Bandar Lampung. Ia mengurungkan keberangkatan karena harus menjalani operasi tangan.

"Jumlah calhaj kloter 9 Bandar Lampung awalnya 410 orang. Tapi satu orang tidak bisa berangkat karena operasi tangan," kata Pelaksana Harian Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung Nurhadi di Asrama Haji, Rajabasa, Bandar Lampung, Jumat (12/7/2019).

Secara administrasi, Nurhadi memastikan calhaj atas nama Sutiati tidak ada masalah.

"Sakitnya tidak terduga, makanya mengundurkan diri. Berangkatnya jadi tahun depan (2020)," ujarnya.

Dengan mundurnya satu calhaj ini, maka sudah lima calhaj Lampung yang batal berangkat ke Tanah Suci. Empat calhaj yang batal berangkat sebelumnya masing-masing dua orang dari kloter 5 dan dua orang dari kloter 7. Mereka batal berangkat karena sakit dan menjalani perawatan.

Di kloter 9 Bandar Lampung, calhaj termuda tercatat atas nama Delima Rahayu Istiqomah. Warga Jalan Cipto Mangunkusumo, Gang Melati, Kupang Teba, Telukbetung Utara, ini berusia 22 tahun.

"Sementara calhaj tertua di kloter 9 atas nama Dirahmat Tarmuji Abdullah, usia 94 tahun, warga Jalan Pulau Legundi, Gang Wilis, Sukarame," jelas Nurhadi.

Pantauan Tribun Lampung, Jumat, para calhaj menjalani cek kesehatan, menerima living cost (biaya hidup), dan administrasi lainnya.

"Setelah selesai, istirahat. Keluarga sudah tidak bisa menjenguk. Harus steril, standar embarkasi," kata Nurhadi. "Kita masih embarkasi antara, artinya belum embarkasi penuh (calhaj harus transit ke Bandara Soekarno-Hatta). Tapi dalam rangka peningkatan untuk tahun depan, kami tetap menerapkan standar itu," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved