Tribun Tulangbawang

KPK akan Periksa Enam Petambak Dipasena Terkait Kasus BLBI Syamsul Nursalim

KPK memanggil enam petani tambak Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang dalam kasus BLBI yang menyeret pengusaha Syamsul Nursalim.

KPK akan Periksa Enam Petambak Dipasena Terkait Kasus BLBI Syamsul Nursalim
Tribun Lampung/Endra Zulkarnaen
Pintu air yang dibangun masyarakat Dipasena secara swadaya menghabiskan dana Rp 1,3 miliar. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnaen

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil enam petani tambak Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulangbawang (Tuba) dalam kasus BLBI yang menyeret pengusaha Syamsul Nursalim.

Keenam petambak itu dipanggil KPK sebagai saksi.

Mereka yakni Aprianto Harmaidi, Lukman Akip, Zulkipli, warga Kampung Bumi Dipasena Sejahtera.

Sementara tiga orang lainnya Nuh Hudowi, Munawir, dan Wagino warga Kampung Bumi Dipasena Abadi.

Ketua Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW) Dipasena, Nafian Faiz mengatakan, sesuai surat yang dikirim KPK, mereka diminta hadir pada tanggal 30, 31 Juli, dan tanggal 1, 2 Agustus 2019.

"Mereka dipanggil sebagai saksi atas tersangka Syamsul Nursalim dan Itjih Syamsul NurSalim selaku kuasa pemegang Saham BDNI tentang kasus BLBI," terang Nafian kepada Tribun Lampung.co.id, Jumat (12/07) siang.

Pemeriksaan rencananya dilakukan di Mapolda Lampung.

"Mereka diminta sebagai saksi, dalam kasus itu mereka kapasitasnya sebagai petani petambak yang menerima kredit BDNI, yang dananya saat itu dari kebijakan BLBI," papar Nafian.

Petambak Dipasena Resah, Harga Udang Merosot Sampai Rp 53 Ribu per Kg

Dalam pemeriksaan itu, Nafian mengatakan, P3UW akan mendampingi dan memfasilitasi keberangkatan mereka ke Polda Lampung.

Halaman
123
Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved