Tribun Lampung Utara

Pemerintah Desa Simpang Abung Rehab Rumah Reyot Nenek Sebatang Kara Ginem

Rumah nenek Ginem akhirnya diperbaiki oleh Pemerintah Desa Simpang Abung bersama masyarakat Dusun II Tanjung Aman Kecamatan Abung Barat.

Pemerintah Desa Simpang Abung Rehab Rumah Reyot Nenek Sebatang Kara Ginem
Tribunlampung.co.id/Anung
Pemerintah Desa Simpang Abung bersama masyarakat Dusun II Tanjung Aman yang dikenal masyarakat setempat Dusun Gunung Meraksa saat merehat rumah nenek Ginem, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, ABUNG BARAT - Rumah nenek Ginem akhirnya diperbaiki oleh Pemerintah Desa Simpang Abung bersama masyarakat Dusun II Tanjung Aman Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara.

Pada hari ini warga setempat bergotong royong membongkar dan mendirikan rumah baru untuk nenek Ginem (70) yang hidup sebatang kara dengan keterbatasan kurang pendengaran dan penglihatan.

Kepala Desa Simpang Abung, Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara, Tarmizi menuturkan sesuai dengan rencana pemerintah Desa Simpang Abung yang dia pimpin bersama masyarakat hari ini merealisasikan perbaikan kediaman nenek Ginem.

"Sesuai rencana, maka hari ini kita melakukan rehab rumah ibu Ginem ini. masyarakat sedang bekerja memperbaiki rumah. bantuan-bantuan masyarakat di sini bukan hanya mengurus ibu Ginem, tapi juga memang selalu ada bersama ibu Ginem ini," kata Tarmizi, Jumat (12/7/2019).

Semangat kebersamaan masyarakat Simpang Abung, lanjutnya bukan hanya tertumpu dengan satu persolan, bahkan dengan berbagai kegiatan sosial lainnya selalu bersama-sama untuk kebersamaan.

Rumah Geribik Nenek Ginem Hidup Sebatang Kara di Lampung Utara Segera Diperbaiki

Diungkapkannya, Desa Simpang Abung terbagi dalam 6 Dusun dengan jumlah kepala keluarga 345 untuk jumlah jiwa lebih dari 1200 jiwa. Desa Simpang Abung berbatasan dengan Desa Kamplas, Kistang, Ogan Lima, Bumi Mandiri, dan Desa Hujan Mas.

Dilanjutkan, Tarmizi untuk kegiatan gotong royong yang tengah dilakukan jajaran Pemerintah Desa Simpang Abung bersama masyarakat untuk melakukan perbaikan rumah milik nenek Ginem dilaksanakan hari ini.

Tinggal Sebatangkara di Gubuk Reyot, Nenek Giyem Andalkan Bantuan Warga untuk Bertahan Hidup

"Semua kita ganti, untuk atapnya pakai genteng, temboknya papan. Karena kondisi ibu Ginem ini sudah usia lanjut maka tempat tinggalnya kita buatkan ukuran 3x4 meter," ujarnya.

Untuk mengurus nenek Ginem, lanjut salah seorang warta yang ikut dalam gotorong royong pembuatan rumah nenek Ginem, masyarakat setempat dengan kesadaran memberikan berbagai bantuan karena rasa kemanusiaan terlebih lagi kondisi nenek Ginem memang hanya hidup sebatangkara semenjak suaminya meninggal dunia.

"Semua ini bukan hanya beban pak lurah, tapi memang tanggungjawab kami juga sebagai masyarakat," lanjut Suhari, warga setempat.

(Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved