UM Metro

Serah Terima Tim Volunteer Desa Wisata Bahasa FKIP  

Mahasiswa Pengabdian Desa Wisata Bahasa FKIP UM Metro disambut oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda desa setempat

Serah Terima Tim Volunteer Desa Wisata Bahasa FKIP   
Ist
Serah Terima Tim Volunteer Desa Wisata Bahasa FKIP 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Mahasiswa Pengabdian Desa Wisata Bahasa FKIP UM Metro disambut oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda desa setempat, saat tiba di Gedung Balai Desa Banjarrejo, Kamis (11/7/2019).

Bertepatan dengan itu, Yasmika Baihaqi, selaku dosen pembimbing sekaligus kepala UPT Lembaga Bahasa UM Metro mengatakan bahwa kelompok mahasiswa ini ditempatkan di Desa Banjarrejo, Batanghari, Lampung Timur.

Serah Terima Tim Volunteer Desa Wisata Bahasa FKIP
Serah Terima Tim Volunteer Desa Wisata Bahasa FKIP (Ist)

"Tim ini saya sebut Tim Volunteer karena mengemban 3 (tiga) amanah sekaligus. Pertama, amanah Rektor UM Metro yang telah bekerja sama dengan Kepala Desa Banjarrejo. Kedua, amanah dari UPT Lembaga Bahasa UM Metro, dan ketiga, amanah dari UPT PLP II Terpadu UM Metro”  jelasnya.

Yasmika Baihaqi juga menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini melibatkan kurang lebih 80 mahasiswa yang berasal dari tujuh program studi.

Tim volunteer ini sudah dibagi menjadi beberapa divisi berdasarkan keahliannya masing-masing, yaitu Divisi Trainer, Divisi Kreatif, Divisi IT, Divisi Sosialisasi, Divisi Dokumentasi, dan Divisi Sarpras, yang tentunya akan bekerja sama untuk mewujudkan konsep Desa Wisata Bahasa ini.

Kepala Desa Banjarrrejo, Sg. Puspito merasa senang menerima kehadiran mahasiswa PLP UM Metro, terutama atas program dan gagasan mengenai Desa Wisata Bahasa yang akan kembali digalakkan di daerahnya.

"Sebenarnya konsep ini sudah ada sejak tahun 2017, namun, pelaksanaannya ternyata tidaklah mudah, Alhamdulillah di tahun 2019 ini dapat terlaksana," ucap kedes banjarrejo.

"Mari kita berkolaborasi, berkumpul, dan selalu bermusyawarah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang mungkin timbul nantinya. Saya juga berharap akan ada pedagang-pedagang di sana yang mampu bicara dalam bahasa Inggris," tambahnya.

Kades juga berharap, supaya hubungan yang sudah terbangun ini tidak hanya terbatas oleh waktu dan 80 mahasiswa ini saja, akan tetapi harus terus berkelanjutan. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved