Anak Miskin Ditolak di SMP Negeri, Kalah di Usia dari Peserta Lain
Muhammad Pasha Pratama (12), harus merasakan kekecewaan yang mendalam. Bagaimana tidak kecewa, Ia gagal diterima menjadi siswa SMPN 2 Karangmojo.
Penulis: Romi Rinando | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Muhammad Pasha Pratama (12), harus merasakan kekecewaan yang mendalam.
Bagaimana tidak kecewa, Ia gagal diterima menjadi siswa SMPN 2 Karangmojo, Gunungkidul, DIY.
Saat pengumuman kelulusan, Nama Muhammad Pasha Pratama warga di Padukuhan Bulu, RT 05 RW 14, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo ini, tak tercantum di papan pengumuman SMPN 2 Karangmojo, Gunungkidul, DIY.
Padahal Semangat Pasha ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMP begitu besar, karena ia sudah membeli peralatan sekolah sebelum lulus SD.
Dirinya mengaku membeli peralatan sekolah tersebut dari uang hasil menabung beberapa tahun.
"Saya inginnya sekolah di SMP 2 Karangmojo, karena dekat, dan teman-teman saya juga banyak yang mau sekolah di situ," katanya kepada wartawan di rumahnya Kamis (11/7/2019).
• Kelakar Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan Saat Sambangi Mie Aceh dan Mie Lampung
• Ammar Zoni Menderita Diamuk Irish Bella, Dijambak hingga Kepalanya Jadi Begini
• Diseruduk Avanza dari Belakang, Randis Kepala BPPRD Metro Tabrak Pohon
Nenek Pasha, Rebi (65), menceritakan, ibu kandung cucunya itu sudah lama meninggal dunia dan ayahnya, Sugeng, mengidap gangguan jiwa.
Sementara itu, Pasha ternyata tak seorang diri.
Romi Kurniawan (12), yang rumahnya tidak jauh dari rumah Pasha, sempat ditolak di SMPN Karangmojo.
Namun, karena kondisi ekonomi keluarganya lebih baik dari Pasha, Romi akhirnya mendaftarkan diri di sekolah swasta.
Berikut ini fakta lengkapnya:
1. Kondisi keluarga Pasha
Pasha hanya bisa tertunduk malu ketika para wartawan berkunjung ke rumah sederhana milik kakek dan neneknya di Padukuhan Bulu.
Dia masih tampak kecewa karena tidak bisa masuk ke SMPN 2 Karangmojo.
Padahal, sekolah tersebut hanya berjarak 2 kilometer dari rumah kakek neneknya.