Terungkap dari Facebook, Pekerja Asuransi Palsukan Stempel Kepolisian Untuk Lakukan Hal Ini

Berawal dari iklan jual beli sepeda motor di salah satu laman Facebook, Polisi berhasil menangkan Am (28) diduga melakukan pemalsuan surat kehilangan.

Terungkap dari Facebook, Pekerja Asuransi Palsukan Stempel Kepolisian Untuk Lakukan Hal Ini
serambinews.com
Kapolsek Banda Sakti Iptu Arif Sukmo Wibowo bersama personelnya memperlihatkan barang bukti dari tersangka yang memalsukan surat kehilangan kepolisian dan memiliki stempel palsu Polsek Banda Sakti, Minggu (14/7/2019). SERAMBI/SAIFUL BAHRI (Serambi Indonesia/Saiful Bahri) 

Padahal, sudah ada laporan kehilangan yang dikeluarkan oleh Polsek Banda Sakti.

"Mendapatkan informasi itu, kita langsung mengecek buku register. Ternyata, laporan kehilangan sepeda motor Scoopy tak ada," katanya.

Mendapatkan fakta berbeda, pada malam itu juga pihaknya langsung bergerak melakukan pengembangan.

Dari hasil penyelidikan, pelakunya langsung mengarah kepada Am. Polisi pun mendatangi kantor Am.

"Saat Am dimintai keterangan, dia langsung mengaku. Kita buka komputer kantornya, dan ditemukan file laporan palsu yang yang pernah dia buat," ungkap Iptu Arif Sukmo Wibowo.

Selain itu, petugas juga mengamankan satu stempel palsu Polsek Banda Sakti.

Bahkan, pengakuan pelaku kalau dirinya sudah menjual empat sepeda motor setelah berhasil memalsukan surat kehilangan dari kepolisian.

"Setelah adanya pengakuan dari tersangka, kita mencari barang bukti. Tiga barang bukti diamankan di kawasan Aceh Utara yakni Beat dan dua Vario 150. Sedangkan satu sepeda motor Scoopy diamankan di kawasan Bireuen," katanya.

Kapolsek Banda Sakti menyebutkan, modus operandinya bila ada konsumen tak mampu lagi membayar angsuran sepeda motor di leasing yang berkerjasama dengan perusahaan asuransi tersangka, maka pelaku langsung mengambil sepeda motor itu.

Selanjutnya, dia mengurus seluruh dokumen yang dibutuhkan termasuk memalsukan surat kehilangan polisi.

Halaman
1234
Penulis: Beni Yulianto
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved