Tribun Bandar Lampung

Terjerat Perangkap Pemburu, Harimau Sumatera Berangsur Pulih Setelah Amputasi Kaki

Seekor harimau Sumatera menjalani perawatan di Lembaga Konservasi Lembah Hijau, Bandar Lampung.

Terjerat Perangkap Pemburu, Harimau Sumatera Berangsur Pulih Setelah Amputasi Kaki
Istimewa/BKSDA Bengkulu/Lembah Hijau
SELAMAT -¬†Kondisi harimau Sumatera yang selamat dari jeratan perangkap pemburu liar pada pengamatan 11 Juli 2019 di Lembah Hijau, Bandar Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seekor harimau Sumatera menjalani perawatan di Lembaga Konservasi Lembah Hijau, Bandar Lampung. Kondisinya berangsur membaik setelah operasi amputasi kaki.

Petugas menemukan harimau Sumatera ini terjerat perangkap pemburu liar di Batu Ampar, Kecamatan Suoh, Lampung Barat, 2 Juli 2019. Sehari kemudian, 3 Juli 2019, petugas mengevakuasinya ke Lembah Hijau.

Akibat terjerat perangkap pemburu, kaki kanan depan kucing besar tersebut mengalami luka berat.

Harimau yang kini mendapat nama "Kyai Batua" itu tiba di Lembaga Konservasi Lembah Hijau pada 4 Juli 2019. Petugas mengobservasinya, lalu memutuskan mengambil tindakan operatif amputasi kaki kanan depan pada 5 Juli 2019.

"Dokter Yanti dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Bengkulu memutuskan tindakan operatif karena sudah 2-3 hari dalam kondisi terjerat. Dagingnya sudah membusuk dan tulangnya kelihatan," kata Irhamuddin selaku Pengendali Ekosistem Hutan Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu dalam konferensi pers di Lembah Hijau, Selasa (16/7/2019).

Catatan petugas, harimau Sumatera ini memiliki berat 109,4 kilogram dengan panjang 1,87 meter dari ujung kepala hingga ekor. Tingginya sekitar 60 centimeter.

Dokter telah berkoordinasi dengan kepala BKSDA Bengkulu serta kepala Seksi Konservasi Balai III Lampung untuk tindakan operatif tersebut. Operasi berjalan lancar pada 5 Juli 2019 mulai sekitar pukul 16.30 WIB.

Setelah harimau siuman, petugas melakukan pengobatan dan perawatan. Kondisinya hingga ini cukup baik.

Petugas masih menempatkannya di tempat isolasi agar si harimau mendapatkan ketenangan dan pemulihan berjalan cepat.

Pada 8 Juli 2019, pihak Lembah Hijau memasang kamera closed circuit television (CCTV) dalam rangka mengurangi kontak langsung dengan manusia.

Halaman
12
Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved