Bentrok di Mesuji

Bara Itu Bernama Mesuji, Rentetan Konflik Berdarah Sejak Tahun 2009 yang Tak Kunjung Usai

"Bara" konflik di kawasan Register 45 Kabupaten Mesuji belum sepenuhnya padam. Rentetan konflik terus saja terjadi.

Bara Itu Bernama Mesuji, Rentetan Konflik Berdarah Sejak Tahun 2009 yang Tak Kunjung Usai
ISTIMEWA
Sebanyak empat orang dilaporkan tewas dalam bentrokan berdarah antarkelompok di kawasan hutan tanaman industri Register 45, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, Rabu (17/7) sekitar pukul 12.00 WIB. Massa dari dua wilayah yang berada di perbatasan Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan saling bacok, bahkan ada yang menggunakan senjata api. 

Setelah mencuatnya kasus itu, diawal tahun 2012 oleh pemerintah era Presiden SBY dibentuklah tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus Mesuji yang diketuai Wakil Menteri Hukum dan HAM Deny Indrayana.

Salah satu anggota tim yang ketika yakni akademisi Fakultas Hukum Unila, Tisnanta.

TGPF dibentuk untuk mencari kebenaran menyusul mencuatnya isu pembantaian dan pemenggalan kepala sejumlah petani oleh pam-swakarsa perusahaan.

Namun, isu itu tidak terbukti kebenarannya.

Setelah bekerja dengan melakukan wawancara kepada korban dan piha terkait di wilayah Mesuji maupun OKI, TGPF akhirnya mengeluarkan tujuh rekomendasi.

9 Korban Bentrok Berdarah Register 45 Mesuji Dirawat di RS Bhayangkara, Begini Kondisinya

Ketujuh rekomendasi itu diantaranya, penuntasan penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan, meminta Komnas HAM melakukan penyelidikan dugaan pelanggaran HAM.

Kemudian mendorong terpenuhinya perawatan medis korban luka, meminta pemda menjamin pendidikan anak-anak korban, mendorong LPSK memberi perlindungan kepada saksi dan korban.

Lalu penertiban kepada Badan Usaha Jasa Pengamanan, penanggung jawab, dan perusahaan pengguna pengamanan, dan penegakan hukum kepada pembuat dan pengedar potongan video kekerasan yang dinilai tidak sesuai dengan fakta.

Di daerah konflik Mesuji yang meliputi Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, dan Kabupaten Mesuji, Lampung, terdapat tiga perusahaan yang sering berkonflik dengan masyarakat.

Ketiganya adalah PT Silva Inhutani dan PT BSMI di Lampung serta PT Sumber Wangi Alam di Sumatera Selatan.

Namun sejak kasus itu mencuat, perambah semakin banyak berdatangan ke Register 45 Mesuji.

Konflik demi konflik yang merenggut korban jiwa masih saja terjadi.

(tribunlampung.co.id/endra zulkarnaen)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved